"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

EF Tetapkan PBESI sebagai Penyelenggara Esports Nations Cup 2026

Esports Nations Cup 2026: Awal Baru dalam Kompetisi Esports Global

Esports Foundation (EF) baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menyelenggarakan Esports Nations Cup 2026, yang merupakan edisi pertama dari ajang ini. Rencananya, acara ini akan diadakan di Riyadh, Arab Saudi, pada tanggal 2 hingga 29 November 2026. Ajang esports ini akan mempertandingkan sebanyak 16 gim, termasuk Mobile Legends: Bang Bang, PUBG: BATTLEGROUNDS, PUBG MOBILE, Honor of Kings, dan VALORANT.

Untuk mewakili Indonesia, EF telah menunjuk Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) sebagai mitra resmi dalam penyelenggaraan ENC 2026. EF memiliki target untuk menghadirkan persaingan yang melibatkan lebih dari 100.000 pemain dari sekitar 100 negara, termasuk Indonesia. Namun, para pemain tersebut harus melewati ratusan babak kualifikasi sebelum akhirnya bisa berlaga di panggung utama di Riyadh, Arab Saudi pada November 2026.

Dengan konsep yang unik, ENC 2026—yang juga dikenal dengan nama ENC26—mengutamakan kompetisi berbasis negara, bukan klub seperti yang biasa terjadi dalam beberapa kompetisi lain. Para pemain akan bertarung mewakili negara mereka sendiri, bukan klub atau organisasi tertentu.

“Menurut saya, Esports Nations Cup adalah pertama kalinya kita benar-benar melihat suatu pilar yang ekstensif, hingga 16 gim yang akan digelar pada edisi perdana Esports Nations Cup, dan hal ini memungkinkan ribuan pemain untuk berkompetisi guna membela kehormatan negara mereka serta mewakili negara mereka,” ujar Hans Jagnow, Direktur Club, National Team & Player Relations dari Esports Foundation.

Menurutnya, ini adalah momen penting dalam industri esports. Tidak hanya memberikan wadah bagi pemain profesional dari seluruh dunia, tetapi juga memungkinkan pemain yang pernah mengikuti pengalaman internasional untuk kembali ke negaranya dan mewakili komunitas mereka di panggung internasional. Dalam konteks Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa pemain-pemain terbaik di dunia siap bertarung demi bendera dan bangsa.

Format yang Terstruktur dan Berkelanjutan

ENC diklaim menjadi kompetisi berbasis negara yang pertama kali masuk ke dalam agenda esports global. Format ini memungkinkan negara dan wilayah membentuk tim nasional, mengembangkan jalur pembinaan talenta, serta berkompetisi di panggung dunia. EF menekankan bahwa ENC hadir dengan kerangka yang jelas untuk memperluas partisipasi sekaligus memperkuat ekosistem esports di seluruh dunia.

Perihal pendanaan, EF menegaskan bahwa ENC didukung oleh komitmen pendanaan sebesar US$45 juta. Sebanyak US$20 juta dari total dana tersebut dialokasikan untuk hadiah total. Hadiah akan diberikan langsung kepada para pemain dan pelatih yang tersebar pada 16 gim yang dipertandingkan. Skema pembagiannya adalah setara bagi para pemain dan pelatih dengan posisi akhir yang sama: peringkat pertama akan menerima US$50.000 untuk setiap entitas, peringkat kedua akan menerima US$30.000, dan peringkat ketiga akan menerima US$15.000.

Peran PBESI dalam Penyelenggaraan ENC 2026

PBESI bertindak sebagai mitra tim nasional dan manajer tim nasional untuk Indonesia. Mitra tim nasional memiliki kriteria yang bisa dikelompokkan ke dalam empat hal, yakni pengelolaan yang netral, keahlian operasional, scalability multijudul—multigim, serta pemasaran berdampak dan community leverage. Mitra tim nasional bertugas untuk memilih perwakilan suatu negara berdasarkan merit dan kinerja, mengelola seluruh aspek operasional tim suatu negara, serta melakukan supervisi terhadap daftar para pemain dari masing-masing gim dari suatu negara secara efektif.

Sementara itu, manajer tim nasional memiliki sejumlah tugas, seperti menjadi kontak utama bagi seluruh tim di suatu negara, memilih seluruh pelatih gim suatu negara dan memantau persiapan mereka, menyampaikan seluruh komunikasi ENC 2026 ke para stakeholder suatu negara dan memastikan kepatuhan, mewakili delegasi suatu negara dengan menjadi juru bicara, serta mengoordinasikan partisipasi para pemain, pelatih, dan anggota delegasi lain suatu negara.

Khusus untuk Indonesia, manajer tim nasional adalah Glorya Famiela Ralahalo. Ia menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam ENC ini sangat bagus karena banyaknya game yang dipertandingkan, tidak seperti turnamen lain yang hanya fokus pada beberapa game populer. Dengan populasi 280 juta penduduk, Indonesia memiliki komunitas gaming yang sangat besar, dan partisipasi dalam ENC ini membuka kesempatan bagi sebagian besar gamers di Indonesia.

“Pergeseran dari kompetisi berbasis klub ke nasional tim ENC, kami yakin akan memberikan dampak yang masif untuk para fans,” ujarnya. “Format ini dirancang khusus untuk menyatukan pemain dan penggemar agar bisa berdiri bersamaan mendukung satu identitas, yaitu timnas esports Indonesia.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *