"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Ternyata Ini Harga Yamaha 125Z Saat Rilis di Indonesia



Bebek super yang pernah menghiasi jalanan Indonesia, Yamaha 125Z, kembali menjadi sorotan. Motor ini memiliki julukan “Tupai” yang berasal dari penyebutan angka 125 dalam bahasa Inggris, yaitu “One Two Five”. Dalam perkembangannya, masyarakat di Malaysia dan Indonesia sering menyebutkan kata tersebut dengan cepat menjadi “Wan-Tu-Pai”, lalu disingkat menjadi “Tupai”.



Di Indonesia, motor ini diluncurkan oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) pada akhir September 2000. Prosesi peluncurannya sangat spektakuler, bahkan Yamaha mengundang Almarhum Norifumi “Norick” Abe, yang saat itu menjadi pembalap GP500 tim Antena 3 Yamaha d’Antin.



Yang membuat kaget waktu itu adalah harga jualnya. Yamaha 125Z ditawarkan dengan harga Rp 22,25 juta on-the-road DKI Jakarta. Untuk membandingkan, Kawasaki Ninja 150 yang memiliki pelek racing dijual seharga Rp 20,5 juta, Suzuki RGR 150 SS seharga Rp 17,4 juta, dan Honda Tiger 2000 versi pelek racing dibanderol Rp 18,7 juta.



Harga yang melebihi batas biasanya untuk sepeda motor sport 150-200 cc membuat Yamaha 125Z mendapatkan julukan “Bebek Super”. Julukan ini tidak hanya karena harganya, tetapi juga karena spesifikasi dan performa yang menonjol.



Salah satu keunggulan 125Z adalah sasisnya. Berbeda dengan bebek lain yang menggunakan rangka pipa bulat, motor ini sudah dilengkapi sasis jenis twin tube frame. Rangka ini diyakini 44% lebih kokoh dibanding tipe konvensional. Ketika diuji di Sirkuit Sentul, motor ini menunjukkan stabilitas yang baik.

  • Di tikungan Sirkuit Sentul, motor ini tetap stabil meskipun melaju dengan kecepatan tinggi.
  • Mesin satu silinder 124,3 cc model tegak diklaim memiliki tenaga yang kuat, mencapai 17,5 dk.
  • Saat dicoba dengan sedikit bukaan gas, akselerasi mesin terasa segera. Gas bisa diajak ngebut mulai dari rpm 2.000.

Selain itu, 125Z dilengkapi karburator Mikuni 22 mm yang sudah dilengkapi power jet. Peranti ini membantu menyuplai bensin tambahan saat mesin berputar tinggi. Pada uji coba di Sirkuit Sentul, kecepatan tertinggi yang dicapai adalah 145 km/jam. Untuk uji akselerasi, hasilnya adalah 7,08 detik untuk 0-100 meter dan 18,38 detik untuk 0-400 meter.

Karena harganya yang mahal, PT YMKI tidak memberikan target penjualan yang tinggi. Batch pertama yang datang ke Indonesia hanya 250 unit. Target penjualan per bulan pun hanya 500 unit. Tidak lama setelah itu, Yamaha 125Z tidak lagi dijual. Penjualan berlangsung selama dua tahun, dari 2000 hingga 2002.

Hal ini membuat “Si Tupai” menjadi motor langka yang menjadi incaran para kolektor. Banyak penggemar otomotif masih mencari keberadaan motor ini, baik dalam kondisi asli maupun yang telah direstorasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *