"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Hasto Wardoyo: Kami Hanya Pengguna, Tidak Terlibat dalam Seleksi Sekda Yogya

Wali Kota Yogyakarta Tegaskan Tidak Ikut Campur Proses Seleksi Sekda

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa dirinya tidak akan ikut campur dalam proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) yang sedang berlangsung. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah DIY dan akademisi.

Hasto menyatakan bahwa ia hanya memiliki kriteria khusus terkait sosok Sekda yang akan menjadi pendamping di jajaran eksekutif. Namun, ia memastikan bahwa seluruh proses pengujian akan dilakukan oleh Pansel tanpa intervensi dari pihak mana pun.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada Pansel-nya provinsi. Jadi, kalau saya kan nggak boleh itu (ikut campur). Saya kriterianya gitu aja, yang penting inovatif,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (16/4/26).

Menunggu Hasil Seleksi dari Pansel

Hasto menjelaskan bahwa Pemkot Yogyakarta akan menjadi user atau pengguna yang menerima hasil akhir dari kerja keras Pansel. Ia yakin bahwa proses yang independen di tingkat provinsi akan menghasilkan sosok yang mumpuni tanpa adanya subjektivitas dari internal Pemkot Yogyakarta.

Ia juga menilai bahwa para kandidat yang telah lolos seleksi administrasi, yang semuanya merupakan pejabat Pemkot Yogyakarta, sudah memahami dinamika di Kota Pelajar.

Daftar kandidat yang masuk bursa calon Sekda antara lain:
* Agus Arif Nugroho

Agus Tri Haryono

Budi Santosa Asrori

Ignatius Trihastono

Octo Noor Arafat

Patricia Heny Dian Anitasari

Raden Roro Andarini

Kriteria yang Diinginkan

Mengenai profil Sekda yang diidamkan, Hasto menekankan bahwa sosok tersebut harus proaktif dan mampu menerjemahkan visi pimpinan tanpa harus menunggu instruksi detail. Hal ini disebabkan oleh tantangan pembangunan Kota Yogyakarta ke depan yang membutuhkan kreativitas tinggi untuk mengoptimalkan anggaran yang terbatas.

“Harapan saya itu yang tidak perlu nuturi (ngajari). Jadi, kalau bisa mlaku dewe, bisa jalan sendiri. Sudah paham pekerjaan dan punya inovasi. Kan yang agak mahal itu inovasi, bagaimana membuat terobosan dengan budget yang ada tapi hasilnya optimal,” jelasnya.

Target Selesainya Seleksi

Hasto memproyeksikan bahwa tahapan uji kompetensi dan presentasi akan bergulir hingga akhir April 2026. Jika seluruh proses wawancara oleh Pansel berjalan lancar pada awal Mei, ia optimis nama-nama terbaik sudah terjaring di pertengahan bulan depan.

“Mungkin kalau prosesnya lancar semuanya, pertengahan Mei sudah selesai. Bisa jadi, di akhir Mei atau awal Juni sudah bisa pelantikan,” pungkasnya.

Verifikasi Berkas dan Struktur Pansel

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Sarwanto, menjelaskan bahwa Pansel sudah melakukan verifikasi berkas untuk menilai kelayakan persyaratan kedelapan kandidat yang masuk bursa calon Sekda.

Struktur Pansel terdiri dari lima orang dengan komposisi ganjil untuk menjaga independensi proses penilaian. Bertindak sebagai Ketua Pansel adalah Sekda DIY, dengan anggota melibatkan unsur akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Jika seluruh tahapan berjalan mulus tanpa kendala, publik tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui siapa saja kandidat yang bakal masuk tiga besar.

“Mudah-mudahan tidak mundur, ya. Targetnya untuk (pengumuman) tiga besar itu nanti di sekitaran bulan Mei,” ungkap Sarwanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *