Wasit Candra: Konsistensi dan Ketegasan di Lapangan Hijau
Wasit Candra kembali menjadi perhatian setelah memimpin laga panas antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026). Dalam pertandingan ini, ia mencatat 13 pelanggaran dengan dua kartu kuning yang dikeluarkannya. Sosok asal Sumatera Barat ini dikenal sebagai wasit yang tegas, galak, dan tidak segan mengambil keputusan tegas dalam menjalankan tugasnya.
Dalam laga tersebut, Candra bertindak sebagai wasit utama. Ia memimpin jalannya pertandingan dengan pengawasan ketat terhadap setiap pelanggaran. Data resmi dari ILeague.id menunjukkan susunan perangkat pertandingan: Agus Hanifuddin sebagai pengawas, Sandry Maga dan Umar sebagai asisten wasit, Ginanjar Rahman Latief sebagai VAR, Bangbang Syamsudar sebagai AVAR, serta Asep Yandis sebagai cadangan wasit.
Pada babak pertama, pertandingan berakhir dengan skor 1-0. Dalam laga ini, Candra sudah mencatat 13 pelanggaran dengan dua kartu kuning yang dikeluarkan. Keputusan-keputusan yang diambil oleh Candra menunjukkan bahwa ia tidak ragu untuk memberikan sanksi kepada pemain yang melanggar aturan.
Catatan Musim Super League 2025/2026
Catatan musim 2025/2026 menempatkan Candra sebagai salah satu wasit paling keras di Super League. Dilansir dari Tribunwow.com, Candra telah mencatat 23 kartu kuning dari enam laga pada musim ini. Angka ini menjadikannya sebagai wasit dengan jumlah kartu kuning terbanyak keempat. Selain itu, ia juga mengeluarkan tiga kartu merah dari enam pertandingan. Angka tersebut menjadikannya wasit dengan catatan kartu merah terbanyak kedua, hanya kalah dari Asep Yandis yang mencatat empat kartu merah dari lima laga.
Memasuki musim 2026, statistik Candra menunjukkan konsistensi dalam memimpin pertandingan. Pada laga Persija Jakarta kontra Persita, 10 Agustus 2025, ia mencatat 24 pelanggaran dengan satu kartu kuning. Pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Arema FC pada 16 Agustus 2025 menjadi salah satu laga paling keras. Candra mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah dari total 19 pelanggaran.
Laga Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya pada 12 September 2025 juga mencatat ketegasan serupa. Ia mengeluarkan tujuh kartu kuning dan dua kartu merah dari 27 pelanggaran. Pada 19 Oktober 2025, Persijap Jepara melawan Bali United FC, Candra kembali menunjukkan ketegasan dengan dua kartu kuning dan satu kartu merah.
Laga-Laga Keras yang Dipimpin Oleh Candra
Catatan lain muncul pada laga PSBS Biak melawan Persita, 6 November 2025. Ia mengeluarkan lima kartu kuning dari 20 pelanggaran. Pertandingan Persija Jakarta kontra PSIM Yogyakarta pada 28 November 2025 juga diwarnai lima kartu kuning. Ketegasan itu membuat jalannya laga tetap terkendali.
Pada 3 Januari 2026, Borneo FC melawan PSM Makassar, Candra mencatat enam kartu kuning dari 25 pelanggaran. Laga tersebut menjadi bukti konsistensinya menjaga disiplin. Pertandingan Persita melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 24 Januari 2026 mencatat 31 pelanggaran dengan tujuh kartu kuning. Intensitas tinggi membuat wasit harus bekerja ekstra.
Reputasi Sebagai Wasit Berani
Kehadirannya di laga besar ini menegaskan reputasi sebagai wasit yang berani mengambil keputusan. Meski minim informasi pribadi, catatan lapangan menunjukkan sosoknya konsisten menjaga disiplin. Keputusan-keputusan yang diambil oleh Candra selalu didasarkan pada aturan dan kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai wasit.











