Pentingnya Kombinasi Latihan dalam Olahraga Lari
Tren lari yang semakin diminati oleh perempuan menunjukkan bahwa olahraga ini tidak hanya menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi cara untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Namun, agar aktivitas lari tetap aman dan nyaman, pemahaman tentang latihan yang tepat sangat diperlukan.
Salah satu hal penting yang sering diabaikan oleh para pelari pemula adalah kombinasi antara latihan lari dengan latihan kekuatan atau strength training. Menurut Co-Founder Women’s 10K, Laila Munaf, program latihan yang seimbang dapat membantu meningkatkan performa sekaligus mencegah cedera. Ia menyarankan untuk melakukan strength training dua kali seminggu dan lari satu kali seminggu agar ada keseimbangan dalam rutinitas olahraga.
“Strength training itu bisa dilakukan dua kali seminggu, lalu latihan lari satu kali seminggu, jadi ada kombinasi yang seimbang,” ujarnya kepada Bisnis saat konferensi pers, Jakarta, Senin (7/4/2026).
Peran Peregangan dalam Mencegah Cedera
Selain strength training, peregangan atau stretching juga menjadi aspek penting yang sering dianggap sepele oleh pelari. Laila menjelaskan bahwa rasa nyeri pada lutut atau pergelangan kaki biasanya muncul karena kurangnya peregangan yang tepat. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa mobilitas tubuh harus menjadi bagian dari latihan.
“Nyeri-nyeri itu biasanya terjadi karena kita tidak melakukan stretching dengan benar, jadi mobilitas juga harus jadi bagian dari latihan,” jelasnya.
Teknik Lari yang Benar
Selain peregangan, teknik lari juga menjadi faktor penting yang perlu dipahami sejak awal. Cara mendaratkan kaki atau stride yang tepat dapat mengurangi resiko cedera akibat hentakan saat berlari. Laila menyampaikan bahwa setiap orang perlu mempelajari teknik lari yang benar agar tidak salah gerakan.
“Lari itu ada tekniknya, seperti cara landing kaki dan stride, itu penting dipelajari supaya tidak salah gerakan,” katanya.
Dukungan Komunitas dalam Membangun Kepercayaan Diri
Selain aspek fisik, komunitas juga berperan besar dalam membangun kepercayaan diri, terutama bagi perempuan yang baru mulai berlari. Dukungan dari lingkungan membuat peserta merasa lebih nyaman dan tidak takut mencoba. Menurut Laila, komunitas lari saat ini semakin terbuka dan suportif. Bahkan, banyak pelari berpengalaman yang justru antusias berbagi pengalaman dengan pemula.
Menurutnya, dampak positif ini tidak hanya dirasakan secara fisik tetapi juga mental. Rasa memiliki komunitas dan dukungan sosial dapat meningkatkan kepercayaan diri serta membantu menjaga kesehatan mental.
“Ketika kita merasa punya komunitas dan didukung, itu sangat berdampak pada mental health dan rasa percaya diri,” ujarnya.
Tips untuk Pemula
Lebih lanjut, Laila juga berbagi tips bagi pemula yang ingin mulai berlari. Dia menekankan agar tidak membandingkan diri dengan orang lain dan fokus pada proses masing-masing. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda, sehingga yang terpenting adalah memulai dan menikmati prosesnya.
“Jangan membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap orang punya journey yang berbeda. Mulai saja dulu dan nikmati prosesnya,” katanya.
Dia menambahkan, pengalaman pertama berlari justru bisa menjadi pembelajaran untuk mengetahui kebutuhan tubuh. Dari situ, pelari bisa memahami bagian mana yang perlu diperkuat, baik dari sisi otot maupun pernapasan.
Dengan pendekatan latihan yang tepat dan dukungan komunitas, olahraga lari tidak lagi terasa menakutkan bagi pemula. Justru, aktivitas ini bisa menjadi langkah awal untuk hidup lebih sehat sekaligus meningkatkan kualitas mental dan fisik.











