"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Perilaku Mencemaskan, Dokter Mantan Gedung Putih Sarankan Evaluasi Medis Trump

Kekhawatiran terhadap Perilaku Presiden Trump Meningkat

Kekhawatiran terhadap perilaku Presiden Donald Trump meningkat tajam pekan ini, setelah seorang mantan dokter Gedung Putih secara terbuka mempertanyakan sikap dan ucapannya. Jonathan Reiner, yang pernah menjabat dalam posisi medis senior pada masa kepresidenan George W. Bush, menyerukan agar Trump menjalani evaluasi medis.

Seruan itu didasarkan pada serangkaian pernyataan dan unggahan media sosial terbaru yang dibuat oleh presiden. Jonathan Reiner menyampaikan kekhawatirannya melalui media sosial terkait komentar terbaru Trump, khususnya ancamannya terhadap Iran bahwa “seluruh sebuah peradaban akan mati malam ini.” Ia mengaitkan pernyataan tersebut dengan tindakan lain yang ia nilai mengkhawatirkan.

“Awal pekan ini, presiden mengancam akan membunuh seluruh sebuah peradaban. Sekarang ia mengunggah video seorang perempuan yang dipukuli hingga tewas,” tulis Reiner, Rabu. “Untuk mengatakan secara halus, itu adalah perilaku yang mengkhawatirkan. Jika dia adalah anggota keluarga Anda, Anda akan mendesaknya untuk menemui dokter. Dia seharusnya menjalani evaluasi medis,” tambahnya.

Namun demikian, Gedung Putih belum mengindikasikan adanya rencana evaluasi medis, dan Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa dirinya berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik.

Trump Bagikan Video Kontroversial, Memicu Kritik

Reiner angkat bicara setelah Trump mengunggah sebuah video pembunuhan brutal di sebuah SPBU di Florida melalui platform Truth Social. Pihak berwenang menyebutkan bahwa seorang migran asal Haiti, Rolbert Joachin, didakwa atas pembunuhan dalam insiden yang terjadi pada 3 April tersebut. Trump menggunakan video itu untuk memperkuat argumennya mengenai kebijakan imigrasi yang lebih ketat.

Ia menulis, “Seorang Kriminal Imigran Ilegal dari Haiti, yang dilepaskan ke Negara kita oleh Presiden TERBURUK dalam Sejarah, Crooked Joe Biden, dan Demokrat Radikal di Kongres, baru saja memukuli seorang perempuan tak bersalah hingga tewas dengan palu di sebuah SPBU di Florida.” Unggahan tersebut menuai kritik dari para pegiat advokasi dan pakar kebijakan, yang mempertanyakan penggunaan konten grafis sekaligus cara Trump membingkai insiden tersebut dalam perdebatan imigrasi yang lebih luas.

Reiner Pernah Berdebat dengan Trump Soal Isu Kesehatan

Jonathan Reiner juga sebelumnya pernah menentang pernyataan publik Trump terkait isu kesehatan. Dalam sebuah wawancara terdahulu, ia membantah klaim Trump tentang penggunaan aspirin untuk “mengencerkan” darah. “Mereka bilang aspirin bagus untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya. Saya ingin darah yang bagus dan encer mengalir melalui jantung saya. Masuk akal, kan?” kata Trump kala itu. “Itu sebenarnya sama sekali tidak masuk akal,” jawab Reiner. “Aspirin tidak membuat darah menjadi lebih encer. Obat itu hanya membuat Anda lebih kecil kemungkinannya mengalami pembekuan darah.”

Kontroversi Bertepatan dengan Upaya Trump Mengakhiri TPS bagi Imigran Haiti

Kontroversi seputar video grafis yang dibagikan Trump juga berkaitan dengan sengketa yang sedang berlangsung mengenai kebijakan imigrasi, termasuk masa depan Temporary Protected Status (TPS), sebuah program yang memungkinkan ratusan ribu warga negara Haiti tinggal dan bekerja di Amerika Serikat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *