Peristiwa Viral di Media Sosial: Jari Netanyahu yang Menarik Perhatian
Sebuah video terbaru dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi sorotan di media sosial. Dalam video tersebut, jari tangan Netanyahu menarik perhatian netizen karena jumlahnya terlihat tidak biasa. Video ini muncul di tengah spekulasi tentang keberadaan Netanyahu yang sempat menghilang dari publik.
Spekulasi ini muncul setelah Netanyahu tidak muncul dalam video pernyataan resmi selama beberapa hari, khususnya di tengah konflik Iran-Israel AS yang sedang memanas. Beberapa media menyebutkan bahwa Netanyahu tidak muncul dalam video pernyataan pada 7 Maret 2026, sementara portal utama pemerintah Israel mencantumkan namanya sebagai orang yang mengunjungi lokasi dampak di Beersheba pada 6 Maret.
Kecurigaan dan Spekulasi tentang Kematian Netanyahu
Media berita Iran, Kantor Berita Tasnim, awalnya menduga bahwa Netanyahu telah tewas dalam perang Iran vs AS-Israel. Dugaan ini dilontarkan karena ketidakhadiran Netanyahu dalam video pernyataan selama hampir tiga hari. Selain itu, hanya ada beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu, dan semuanya berupa teks.
Biasanya, Netanyahu mengunggah video pernyataan setiap hari. Namun, ketidakhadiran video selama tiga hari meningkatkan spekulasi. Selain itu, perimeter keamanan di sekitar rumah Netanyahu diperketat untuk mencegah potensi serangan drone bunuh diri.
Video Terbaru dan Spekulasi Deepfake
Setelah spekulasi kematian menyebar, akun resmi PM Israel kembali mengunggah video pada Jumat (13/3/2026). Dalam video tersebut, Netanyahu menyampaikan pernyataan keras terhadap Iran. Namun, fokus netizen justru tertuju pada jari tangan Netanyahu, yang terlihat memiliki enam jari di salah satu telapak tangan.
Netizen mulai berspekulasi bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa AI atau deepfake. Deepfake adalah teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memanipulasi atau menciptakan konten video, audio, dan gambar sintetis yang sangat realistis, sering kali dengan menukar wajah atau meniru suara orang terkenal/sasaran.
Pernyataan Hamas terkait Konflik Timur Tengah
Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Meskipun dikenal sebagai sekutu dekat, Hamas secara terbuka meminta Iran untuk berhenti menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
Dalam rilis resminya, Hamas menekankan dukungan mereka terhadap hak Teheran untuk membela diri dari gempuran Israel dan Amerika Serikat (AS). Namun, mereka juga meminta Iran agar tidak menargetkan negara-negara Arab di sekitarnya.
Hamas juga mendesak dunia internasional untuk segera turun tangan dan menghentikan perang yang kini kian meluas dan mengancam stabilitas kawasan.
Serangan IRGC ke Pangkalan Militer AS
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS), Sabtu (14/3/2026) dini hari. Serangan ini diklaim sebagai gelombang ke-49 dari operasi militer bertajuk “True Promise 4”.
Serangan ini melibatkan kombinasi rudal balistik berpemandu presisi dan kawanan drone peledak. Tiga titik utama yang menjadi sasaran adalah Pangkalan Udara Al Dhafra, Pangkalan Udara Sheikh Isa, dan pangkalan helikopter Al Udeiri.
Laporan dari kantor berita WANA menyebutkan bahwa di Pangkalan Al Dhafra, serangan berhasil melumpuhkan sistem radar Patriot dan menghancurkan hanggar pertahanan udara. Di Pangkalan Sheikh Isa, kebakaran hebat melanda tangki penyimpanan bahan bakar dan landasan pacu pusat setelah dihujam rudal.
Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Madya Alireza Tangsiri, mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut. Ia menyebut serangan ini sebagai bentuk “laporan kepada rakyat Iran” atas tindakan berani para pelautnya.
Selain melakukan serangan udara, militer Iran juga mempertegas dominasi mereka di jalur laut strategis. IRGC menyatakan bahwa Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh dan pengawasan ketat mereka. Mereka juga mengancam kapal tanker maupun kapal komersial yang berafiliasi dengan AS dan sekutunya.









