"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Detik-detik Ular Piton 2,5 Meter Mengelilingi Wanita Australia Saat Tidur

Pengalaman Menegangkan dengan Ular Piton

Rachel Bloor, seorang warga Brisbane, Australia, mengalami pengalaman yang sangat menegangkan ketika terbangun di tengah malam dan menemukan seekor ular piton melingkar di atas tubuhnya. Insiden ini terjadi pada Senin (12/1/2026) malam, saat seekor ular piton karpet (Morelia spilota) sepanjang sekitar 2,5 meter masuk ke kamar tidurnya di lantai dua rumah.

Rachel menceritakan awal dari kejadian tersebut. Ia terbangun karena merasakan tekanan berat di bagian perut dan dada. Awalnya, ia mengira anjing labradoodle peliharaannya naik ke tempat tidur. Namun, kecurigaan muncul saat ia meraba selimut dan merasakan sesuatu bergerak.

“Saat saya meletakkan tangan di atas selimut, saya bisa merasakan ada sesuatu yang bergerak. Di situlah saya mulai sadar ada yang tidak beres,” ujarnya. Rachel kemudian membangunkan suaminya dan memintanya untuk segera menyalakan lampu kamar.

Ketika lampu menyala, situasi sebenarnya terungkap. Suaminya memberitahu bahwa seekor ular piton sedang melilit tubuh Rachel. “Dia bilang, sayang, jangan bergerak. Ada ular piton karpet sepanjang sekitar dua setengah meter di atasmu,” ujarnya.

Kejadian itu langsung memicu kepanikan. Rachel khawatir dengan keselamatan kedua anjingnya dan meminta suaminya untuk membawa mereka keluar dari kamar. Setelah itu, Rachel perlahan menggeser tubuhnya dan merangkak keluar dari bawah selimut. Ia kemudian menuntun ular tersebut keluar melalui jendela kamar yang terbuka.

Rachel menduga, ular itu memanjat ke lantai dua rumahnya dan masuk lewat jendela, mendorong tirai hingga terbuka, lalu meringkuk di atas tubuhnya saat ia tertidur. Meski kejadian itu mengerikan, Rachel mengaku cukup tenang karena tumbuh besar di lingkungan pertanian. “Saya tidak takut pada ular. Justru saya bersyukur itu bukan kodok. Kodok membuat saya jauh lebih takut,” ujarnya sambil bercanda.

Fenomena Meningkatnya Kemunculan Ular di Kawasan Permukiman

Penangkap ular profesional asal Ipswich, Kurt Whyte, menjelaskan bahwa fenomena meningkatnya kemunculan ular di kawasan permukiman bukan tanpa sebab. Aktivitas ular cenderung meningkat setelah musim kawin berakhir dan telur-telur mulai menetas.

“Dengan cuaca panas seperti sekarang, kami melihat lebih banyak ular keluar untuk berjemur,” kata Whyte. Menurutnya, peningkatan laporan penampakan ular bukan berarti jumlah ular bertambah drastis. Sebaliknya, hal itu dipicu oleh semakin meluasnya kawasan perumahan yang menggantikan habitat alami berupa semak belukar.

“Mereka kehilangan tempat tinggal, dan halaman belakang rumah kita menawarkan habitat yang sempurna,” ujarnya. Whyte juga menyoroti celah kecil di rumah, seperti pintu garasi atau jendela yang terbuka, sebagai jalur masuk ideal bagi ular. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak panik jika bertemu ular.

“Jangan mencoba menyakiti atau menangkapnya sendiri. Awasi dari jarak aman dan hubungi penangkap ular profesional,” tegasnya. Hal serupa berlaku jika warga menemukan telur ular. “Kami bisa memindahkan telur-telur itu, menginkubasinya, lalu melepaskannya kembali saat waktunya tiba,” tambah Whyte.

Kasus Lain Penemuan 16 Telur Ular Piton

Kasus lain terjadi di Ipswich, Queensland, ketika Shane Hancock menemukan 16 telur ular piton karpet di lahannya, The Llama Farm. Penemuan itu terjadi secara tak sengaja saat rekannya, Darren Degen, memotong rumput tinggi di area Pine Mountain.

“Kami kaget luar biasa ketika ular besar tiba-tiba keluar dari rerumputan,” ujar Hancock. Mereka baru menyadari bahwa mesin pemotong rumput telah melukai induk ular piton tersebut. “Kami benar-benar merasa sangat sedih karena kemungkinan dia tidak akan selamat,” katanya.

Induk ular tersebut sempat bersembunyi di balik dinding penahan batu pasir. Di situlah mereka menemukan telur-telur yang tergeletak rapi dan tidak rusak. “Untungnya, telur-telur itu tidak terkena bilah mesin,” ujar Hancock. Ia segera menghubungi kelompok penyelamat reptil. Telur-telur itu kemudian diambil dan dibawa untuk diinkubasi.

Setelah menetas, bayi-bayi piton tersebut akan dilepas kembali ke alam. “Kami senang bisa hidup berdampingan dengan satwa liar. Itu berarti 16 ular piton kecil mendapat kesempatan untuk hidup,” kata Hancock. Sayangnya, induk ular harus dieutanasia karena luka parah.

Penangkap ular Tiarnah Kingaby menegaskan, masyarakat sebaiknya tidak mencoba menangani ular sendiri. “Itu masalah terbesar yang kami hadapi sekarang. Kami melihat lebih banyak kasus gigitan,” ujarnya. Senada, Kurt Whyte menyebut sekitar 90 persen kasus gigitan terjadi karena manusia mengganggu ular.

“Hubungi saja para profesional,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *