eksplorbanten.com.com – Pergulatan merek otomotif dari China di pasar Malaysia telah memicu perang harga mobil baru yang berdampak pada industri otomotif lokal. Wakil Direktur Utama Proton, Roslan Abdullah, menyatakan bahwa meskipun memberikan keuntungan bagi konsumen dengan harga yang lebih terjangkau, fenomena ini meninggalkan dampak negatif bagi original equipment manufacturer (OEM) dan vendor lokal yang memasok komponen kendaraan di Malaysia.
“Perang harga tidak hanya memengaruhi OEM dan pabrik manufaktur serta perakitan di Malaysia, tetapi juga berdampak pada vendor dan distributor lokal. Situasi ini menyebabkan penimbunan mobil baru yang ditawarkan dengan harga lebih murah, sementara beberapa pelanggan menunggu dan melihat, berharap harga akan terus turun,” ujar Roslan seperti dilansir oleh Paultan.
Perang harga merek China juga turut mempengaruhi harga jual kembali mobil bekas di pasar Malaysia. Roslan menjelaskan bahwa jika sebuah merek awalnya dijual dengan harga RM100.000 dan kemudian dijual dengan diskon RM80.000, hal ini akan berdampak pada penyusutan nilai kendaraan dan juga pasar tukar tambah. Akibatnya, pelanggan lebih cenderung membeli mobil baru karena harganya lebih kompetitif dibandingkan mobil bekas.
Dalam kasus Proton, Roslan mengatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki lebih dari 7.000 pekerja dan 5.000 karyawan dalam jaringan penjualannya. Oleh karena itu, langkah yang cermat harus diambil untuk memastikan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang. “Vendor berskala besar mungkin dapat bertahan karena kemitraan mereka dengan merek lain, tetapi vendor berskala kecil yang bergantung pada satu merek akan terpengaruh,” jelasnya.
Menurut Roslan, merek yang cenderung menawarkan harga lebih rendah adalah merek yang mendapatkan keuntungan dari model impor penuh (CBU) dan rakitan semi lokal (SKD) dengan kit yang didatangkan dari luar negeri. Mereka tidak membutuhkan investasi yang tinggi seperti OEM lokal seperti Proton. Namun, hal ini menciptakan tekanan jangka panjang pada perusahaan yang beroperasi di Malaysia.
“Meskipun investasi langsung asing merupakan target utama pemerintah, penting untuk meninjau situasi tersebut guna memastikan bahwa merek yang dirakit secara lokal (CKD) dengan pabrik dan jaringan vendor sendiri dapat tetap kompetitif,” tambahnya.











