NEW DELHI – India sebagai salah satu negara produsen sepeda motor Harley-Davidson telah mengumumkan pengurangan bea masuk untuk produk tersebut sebagai tanggapan terhadap tarif impor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dengan pengurangan bea masuk ini, sepeda motor Harley-Davidson di India diharapkan menjadi lebih terjangkau dan dapat diakses oleh banyak pecinta sepeda motor di seluruh negeri.
Meskipun demikian, keputusan India untuk mengurangi bea masuk ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap penjualan dan pasar sepeda motor di negara tersebut.
Sebagaimana dilansir oleh eksplorbanten.com.com, pengurangan bea masuk ini berlaku untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin hingga 1.600 cc yang diimpor secara utuh (CBU), yang turun dari 50% menjadi 40%. Sedangkan untuk sepeda motor di atas 1.600 cc, pengurangannya bahkan lebih besar.
Untuk sepeda motor yang diimpor dalam bentuk setengah jadi (SKD), bea masuknya turun dari 25% menjadi 20%, dan untuk barang jadi yang sudah dirakit (CKD), bea masuknya turun dari 15% menjadi 10%.
Dengan kebijakan ini, sepeda motor Harley-Davidson di India diharapkan akan semakin terjangkau bagi masyarakat dan meningkatkan penjualan serta pangsa pasar merek tersebut.
Namun demikian, pemerintah India juga telah memperkenalkan Pajak Infrastruktur dan Pembangunan Pertanian (AIDC) untuk impor kendaraan roda dua, baik dalam bentuk CBU, SKD, maupun CKD, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2025-26.











