Renungan Harian Katolik
Sabtu, 15 November 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Dalam kehidupan beriman, kita sering kali merasa bahwa doa dan bacaan Kitab Suci tidak memberikan hasil yang nyata. Namun, hal ini justru menjadi tantangan bagi kita untuk tetap percaya dan tidak mudah menyerah. Dalam kitab Kebijaksanaan, kita diingatkan bahwa Allah akan segera menolong mereka yang berdoa. Akan tetapi, jika Anak Manusia datang, adakah Ia akan menemukan iman di bumi? (Luk 18:8).
Menjaga Iman dalam Kesulitan
Yesus mengajarkan kepada setiap murid-Nya agar tidak pernah jemu-jemunya berdoa, terutama ketika menghadapi badai kesulitan. Bagi orang-orang yang percaya pada Tuhan, iman adalah kunci untuk mengatasi segala tantangan. Iman itu dinyatakan melalui doa, membaca Kitab Suci, dan Ekaristi. Selain itu, hidup yang adil dan benar di hadapan Tuhan juga ditunjukkan dengan perbuatan baik kepada sesama, seperti yang dilakukan Yesus.
Setiap kerinduan kita harus dibawa dalam doa. Sikap tabah dan sabar harus terpatri dalam hati, karena Allah tak pernah lalai menolong kita pada waktunya. Namun, semakin banyak orang yang cenderung menggugat Allah, merasa bahwa Dia tidak mendengarkan atau mengabulkan doa-doa mereka. Tendensi ini semakin meningkat, terutama ketika seseorang mengalami kesulitan.
Menggugat Allah atau Mencari Solusi?
Pada saat-saat sulit, kecenderungan untuk dekat dan ingat kepada Tuhan tampaknya menjadi hal yang wajar. Namun, ada kalanya kita terlalu mendesak Tuhan untuk segera menjawab dan memberi solusi atas masalah besar yang mencekam. Dalam situasi ini, kita bisa menggugat Tuhan sebagai yang tidak peduli, bahkan menuduh-Nya sebagai penyebab segala kesulitan dalam hidup kita.
Namun, kita harus sadar bahwa janji Allah untuk tidak menyayangi kita adalah palsu. Jika manusia tidak setia, Allah tetap setia, karena janji kesetiaan-Nya bagi umat-Nya adalah abadi. Dia tidak akan meninggalkan orang-orang yang senantiasa berseru kepada-Nya. Orang-orang pilihan yang siang malam berdoa dan membaca firman-Nya akan dibenarkan dan ditolong-Nya.
Perubahan Hidup Melalui Ketaatan
Kibab Kebijaksanaan mengajarkan kita bahwa ketika kita taat kepada perintah Allah, seluruh tata hidup kita akan diubah-Nya sama sekali. Sabda-Nya bagai pelita abadi yang terus menyala menerangi lorong hidup dan sisi-sisi gelap kedosaan kita. “Ketika segalanya diliputi sunyi senyap dan malam telah mencapai puncak peredarannya yang cepat maka sabda-Mu, Yang Maha Kuasa, laksana pejuang yang garang, melompat dari dalam Surga, dari atas takhta Kerajaan ke tengah-tengah negeri yang celaka. Bagaikan pedang yang tajam dibawanya perintah-Mu yang lurus.” (Keb 18:14-15).
Melalui sabda-Nya yang bagai pahlawan perkasa dan pedang yang tajam, Allah menuntun umat-Nya untuk sampai kepada-Nya melalui berbagai kesulitan dan rintangan. Permasalahan sebesar apa pun akan terelakkan dengan cara tetap setia dan hidup menurut perintah Tuhan yang lurus.
Pentingnya Penataan Hidup Rohani
Hidup yang tidak lurus dan bengkok terjadi karena kita terlalu mengikuti rancangan sendiri. Akibatnya, hadir aneka belenggu dalam hidup. Oleh karena itu, bijak dalam penataan hidup rohani menjadi penting agar kita tidak melalaikan orientasi keselamatan. Materi memang kita butuh, namun keselamatan bergantung pada Yesus Sang Penebus dosa dan bukan hanya pada kesuksesan material.
Pemazmur bermadah tentang corak hidup orang beriman demikian, “Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.” (Mzm 105:2-3).
Berkomitmen pada Hidup Rohani
Allah membuka jalan keselamatan bagi kita berkat kurban Kristus di salib. Kemauan untuk setia berdoa, misa, dan mendengarkan Sabda Tuhan adalah penting dan tuntutan untuk berbelas kasih kepada sesama. Kita komit menata hidup rohani dengan bantuan Tuhan sendiri, agar kita tidak menjadi penggugat Tuhan ketika terlilit pelbagai persoalan hidup.
Tuhan selalu menolong dengan berkat-berkat yang besar sesudah kita sabar menanggung belenggu hidup itu bersama-Nya. Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.











