"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Hukum  

Brigjen Hengki Haryadi, Wakapolda Riau yang Pernah Tangkap Hercules

Rotasi Jabatan Wakapolda oleh Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi terhadap tujuh jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) melalui surat telegram Nomor ST/2781/XII/KEP./2025. Mutasi ini berlaku sejak 15 Desember 2025 dan ditandatangani oleh Asisten SDM Irjen Anwar. Salah satu yang terkena mutasi adalah Brigjen Hengki Haryadi, yang kini menjabat sebagai Wakapolda Riau.

Brigjen Hengki Haryadi dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman luas dalam pemberantasan kejahatan terorganisir, premanisme, dan narkotika. Ia lahir di Palembang pada 16 Oktober 1974, lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996, dan telah menempuh berbagai pendidikan kepolisian lanjutan seperti PTIK, SESPIM, SESPIMTI (2020) sebagai lulusan terbaik, serta LEMHANNAS.

Rekam Jejak Hengki Haryadi

Karier Hengki dimulai di Polres Dili pada 1997, dan ia menempati berbagai posisi strategis di bidang reserse. Beberapa posisi penting yang pernah ia tempati antara lain:

  • Kasat Reskrim Polres Tulangbawang (2004)
  • Kapolsek Telukbetung Selatan (2005)
  • Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung (2006)
  • Kapolsek Metro Gambir (2011)
  • Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat (2011)
  • Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (2012)
  • Kapolres KP3 Tanjung Priok (2014)
  • Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016)
  • Kapolres Metro Jakarta Barat (2017)
  • Kapolres Metro Jakarta Pusat (2021)
  • Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2022)
  • Penyidik Utama Tk II Bareskrim Polri (2023)
  • Wakapolda Riau (2025)

Selama bertugas, Hengki berhasil mengungkap beberapa kasus besar, termasuk penangkapan preman Rosario de Marshall alias Hercules sebanyak tiga kali, penggerebekan Kampung Ambon yang dikenal sebagai sarang narkoba, dan pengungkapan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Ia juga terlibat dalam penanganan kasus bentrokan antara kelompok John Kei dan Nus Kei, serta pengungkapan kasus jual beli senjata api ilegal.

Tangkap Hercules 3 Kali

Hengki Haryadi dikenal sebagai perwira yang memiliki prestasi signifikan dalam penegakan hukum. Ia pernah mengenyam pendidikan selama sembilan bulan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri ke-29 dan menjadi lulusan terbaik di angkatannya.

Saat bertugas di Polres Metro Jakarta Barat, Hengki beberapa kali berhadapan dengan Hercules. Ia bersama tim Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mencokok Hercules yang kerap melakukan tindakan kekerasan hingga pemalakan bersama anak buahnya kepada masyarakat di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada 2013. Pada 2017, saat menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, dirinya kembali menangkap Hercules atas kasus pemerasan dan pendudukan lahan di Kalideres. Lalu di 2018, Hengki kembali berhadapan dengan Hercules.

Hercules beserta geng diketahui mengintimidasi dan menyebarkan ketakutan terhadap warga Kalideres saat mencoba menguasai lahan milik warga. Saat dikonfirmasi, Hengki juga membenarkan dirinya tercatat sudah 3 kali menangkap mantan preman itu.

“Kalau dulu masih ingat keluar tahanan kita tangkap lagi. Pada tahun 2018 kita tangkap lagi kasus pemerasan dan kedudukan lahan,” ucap Hengki di tahun 2023 silam.

Selain Hercules, Hengki juga pernah menangkap sejumlah orang penting hingga artis. Pada Desember 2018, ia menangkap aktor Steve Emmanuel gara-gara kedapatan membawa narkoba. Tiga tahun kemudian, Hengki menangkap anak dan menantu konglomerat Aburizal Bakrie yaitu Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani pada Juli 2021. Pasangan ini ditangkap karena kasus narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *