Suasana Khidmat Salat Id di Masjid Agung Nurul Iman Padang
Pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kota Padang menyambut momen kemenangan dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme. Pagi hari, sejak pukul 07.00 WIB, ratusan warga mulai memadati kawasan Masjid Agung Nurul Iman yang terletak tak jauh dari Pasar Raya Padang. Mereka hadir untuk melaksanakan ibadah Salat Id berjamaah, mengenakan pakaian terbaik dan membawa sajadah dari rumah.
Kawasan masjid tampak ramai dengan para jemaah yang berjalan kaki menuju area masjid yang menjadi ikon religi di Sumatera Barat tersebut. Petugas keamanan dan panitia masjid juga terlihat bersiaga di berbagai titik untuk mengarahkan arus jemaah agar tetap tertib dan menempati shaf yang tersedia baik di dalam maupun di halaman masjid.
Kehadiran Wali Kota Fadly Amran
Sekitar pukul 07.12 WIB, Wali Kota Padang, Fadly Amran, tiba di lokasi. Mengenakan baju koko berwarna terang dengan paduan hijau muda, kehadiran orang nomor satu di kota ini disambut hangat oleh warga yang sudah lebih dulu hadir. Dalam sambutannya sebelum salat dimulai, Fadly Amran menekankan pentingnya peran masjid bagi masyarakat.
Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial dan kepemudaan. “Masjid harus menjadi pusat peradaban, terutama bagi generasi muda. Program seperti Smart Surau, Pesantren Ramadan, hingga Subuh Barokah terus kita galakkan untuk membina karakter warga,” ujar Fadly Amran.
Ia juga menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan kemarin, pemerintah kota telah mengunjungi sedikitnya 139 masjid dan musholla dalam rangkaian Safari Ramadan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan visi Kota Padang yang lebih religius dan maju.
Ajakan untuk Menjaga Persatuan
Fadly Amran juga mengajak seluruh warga Kota Padang untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Ia berpesan agar momen kemenangan ini dijadikan bahan bakar untuk bersama-sama membangun kota ke arah yang lebih baik.
Di tengah kebahagiaan merayakan Lebaran, ia juga menyelipkan pesan kemanusiaan. “Di hari yang fitri ini, mari kita kirimkan doa terbaik untuk saudara-saudara kita di Palestina agar selalu diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT,” ucapnya.
Khotbah dan Prosesi Salat Id
Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Id kali ini adalah Mukhlis Bahar. Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan, baik hubungan langsung dengan Sang Pencipta (Hablumminallah) maupun hubungan antar sesama manusia (Hablumminannas).
Sementara itu, prosesi salat dipimpin oleh Imam Albizar yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan merdu, menambah kekhusyukan ribuan jemaah yang memadati area masjid.
Pengalaman Jemaah
Hamdan, salah seorang jemaah yang datang memboyong keluarganya, mengaku merasa lega bisa melaksanakan Salat Id tahun ini dengan penuh kedamaian. Ia memilih mengikuti ketetapan pemerintah dalam menentukan 1 Syawal.
“Alhamdulillah, hari ini kami sekeluarga Salat Id sesuai keputusan pemerintah. Kemarin waktu awal puasa juga kami ikut jadwal pemerintah, jadi konsisten saja,” tutur Hamdan usai salat.
Menanggapi adanya perbedaan penentuan hari lebaran dengan organisasi lain seperti Muhammadiyah, Hamdan menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah di Indonesia. “Perbedaan itu biasa, itu bagian dari keberagaman kita. Yang penting kebersamaan tetap terjaga, jangan sampai karena beda hari lebaran malah jadi pecah atau ribut,” pungkasnya.











