Penyebab Perubahan Status Tahanan Gus Yaqut
Silvia Harefa, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel), mengungkap bahwa eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tidak terlihat di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Informasi ini muncul setelah ia menjenguk suaminya pada momen Lebaran. Silvia menyebut bahwa suami dan sejumlah tahanan lainnya tidak melihat keberadaan Gus Yaqut di Rutan KPK.
Peristiwa ini terjadi sejak Kamis (19/3/2026). Silvia menyampaikan informasi tersebut setelah ia memperoleh kabar bahwa Gus Yaqut keluar dari Rutan KPK pada malam hari. Hal ini membuat publik bertanya-tanya tentang keberadaannya.
Setelah pengecekan lebih lanjut, diketahui bahwa Gus Yaqut telah dipindahkan dari Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih ke Mahkota Residence di kawasan Condet, Jakarta Timur, sejak Kamis (19/3/2026) malam. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pengalihan penahanan ini tidak akan memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan. KPK menjamin penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut akan tetap berlanjut tanpa hambatan.
Namun, setelah mendapat kritikan dari publik, KPK akhirnya membatalkan status tahanan rumah Gus Yaqut. Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tersebut kini kembali menjalani penahanan di Rutan KPK. Budi memberikan apresiasi kepada publik yang terus mengawal penanganan kasus ini.
Sosok Silvia Rinita Harefa
Silvia Rinita Harefa adalah istri dari Noel Ebenezer, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Ia lahir di Nias, Sumatra Utara, dan berasal dari keluarga sederhana. Silvia menikah dengan Noel Ebenezer di Jakarta pada 2007. Ia sudah merantau ke Jakarta dan akhirnya bertemu dengan Noel.
Saat ini, Noel berusia 51 tahun, sedangkan Silvia berusia sekitar 45 tahun. Pasangan ini telah dikaruniai dua orang anak. Silvia dikenal setia dengan Noel. Ia selalu mendampingi suaminya sejak masih bekerja sebagai driver ojek online di Jakarta hingga dilantik menjadi Wamenaker pada November 2024.
Tak jarang Silvia juga datang ke Rutan KPK untuk menjenguk dan membawa makanan untuk Noel. Noel Ebenezer adalah lulusan Sarjana Sosial (S.Sos.) di Universitas Satya Negara Indonesia, Jakarta, pada 2004. Ia dikenal sebagai pendukung Joko Widodo dan pernah menjadi ketua kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan) untuk Pilpres 2019 silam.
Harta Kekayaan Noel Ebenezer
Harta kekayaan Noel kian bertambah hingga menjadi belasan miliar rupiah saat dilantik menjadi Wamenaker. Saat itu, Noel melaporkan harta kekayaannya mencapai Rp17.620.260.877 (Rp17,6 miliar). Dengan demikian, ada kenaikan sekira Rp12,78 miliar dari pelaporan LHKPN pada 2022 ke 2025.
Terkereknya harta kekayaan Noel disebabkan adanya penambahan jumlah aset. Lulusan Universitas Satya Negara Indonesia itu kini memiliki 5 bidang tanah. Di garasinya, terparkir 4 unit mobil dan 1 unit motor. Aset berupa kas dan setara kas pun bertambah hingga miliaran yang tadinya hanya ratusan juta.
Berikut data harta kekayaan Wamenaker Noel pada 2025:
DATA HARTA
- TANAH DAN BANGUNAN: Rp. 12.145.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 83 m2/83 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI: Rp. 700.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 160 m2/160 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI: Rp. 1.500.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 137 m2/274 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI: Rp. 1.700.000.000
- Tanah Seluas 3.090 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI: Rp. 1.545.000.000
-
Tanah dan Bangunan Seluas 2.260 m2/500 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI: Rp. 6.700.000.000
-
ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN: Rp. 3.336.000.000
- MOBIL, MITSUBISHI PAJERO Tahun 2020, HASIL SENDIRI: Rp. 500.000.000
- MOBIL, KIA PICANTO Tahun 2015, HASIL SENDIRI: Rp. 90.000.000
- MOTOR, YAMAHA NMAX Tahun 2015, HASIL SENDIRI: Rp. 16.000.000
- MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2022, HASIL SENDIRI: Rp. 430.000.000
-
MOBIL, TOYOTA LAND CRUISER 300 VX Tahun 2023, HASIL SENDIRI: Rp. 2.300.000.000
-
HARTA BERGERAK LAINNYA: Rp. 109.500.000
-
SURAT BERHARGA: Rp. —-
-
KAS DAN SETARA KAS: Rp. 2.029.760.877
-
HARTA LAINNYA: Rp. —-
Sub Total: Rp. 17.620.260.877
HUTANG
Rp. —-
TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III)
Rp. 17.620.260.877











