"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Pesan menyentuh Vadi Akbar di ulang tahun Vidi Aldiano, kenang tradisi yang hilang, harapkan saudara bahagia

Kenangan yang Tak Pernah Hilang

Di hari ulang tahun sang kakak, Vadi memilih untuk mengenang berbagai momen sederhana yang kini terasa begitu berarti. Ia mengingat kebiasaan-kebiasaan kecil Vidi Aldiano semasa hidup, hal-hal yang dulu mungkin terasa biasa, namun kini justru menjadi kenangan paling berharga dan paling dirindukan.

Vadi Akbar mengungkapkan kerinduannya kepada sang kakak, Vidi Aldiano lewat sebuah unggahan menyentuh di media sosial. Ucapan ulang tahun yang ia tuliskan bukan sekadar perayaan, melainkan curahan hati yang sarat emosi dan kenangan. Kepergian Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 masih meninggalkan luka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga sahabat serta para penggemarnya.

Sosoknya yang hangat membuat kenangannya terus hidup di hati banyak orang. Tanggal 29 Maret yang seharusnya menjadi hari bahagia berubah menjadi momen penuh haru.

Dalam tulisannya, Vadi menggambarkan suasana kebersamaan yang tercipta dari orang-orang terdekat Vidi, sekaligus menunjukkan betapa besar rasa cinta mereka. “Kemarin liat temen-temen lo rame pol ga pada ngumpul buat nganterin? Kocak si. Ada yang cosplay jadi bouncer, penjaga gerbang wahana, storyteller, florist, sampai tukang biang es juga ada. Lo liat kan?” tulisnya.

Ia juga menyinggung betapa tulusnya hubungan yang dibangun Vidi dengan orang-orang di sekitarnya. “Mereka sayang banget sama lo. Setiap gue bilangin, mereka malah bilang lo yang duluan sayang sama mereka,” katanya.

Tak hanya itu, Vadi turut mengenang kebiasaan-kebiasaan kecil sang kakak semasa hidup. Hal-hal sederhana yang dulu mungkin terasa biasa, kini justru menjadi kenangan paling berharga dan paling dirindukan. “Ada yang cerita tentang hari-hari mereka sama lo. Hal-hal kecil yang pasti lo suka. Pronunciation bahasa Inggris yang pasti lo benerin,” ujarnya.

“Sampai ngomong yang ga jelas tanki cinta, jualan teh, atau hal konyol lain yang fix bikin lo sebel. Kita tahu kok lo kadang masih mampir,” lanjutnya.

Melalui tulisannya, Vadi seakan percaya bahwa kehadiran Vidi masih bisa dirasakan. Kenangan itu membuatnya merasa sang kakak belum benar-benar pergi. Ia kemudian menyinggung kebiasaan keluarga dan sahabat saat merayakan ulang tahun Vidi. Tradisi sederhana itu kini hanya bisa dikenang.

“Anyway, Hari ini ulang tahun lo. Biasanya kita bakal ngumpul, makan, doa yang impromptu, dan nutup hari bareng orang-orang yang beneran sayang sama lo bukan cuma di publik,” ungkapnya.

Pria berusia 30 tahun ini juga menyampaikan harapannya untuk sang kakak di tempat yang kini tak terjangkau. Ia berharap Vidi tetap merasakan kebahagiaan. “Dan semoga, di sana pun lo ngerasain hal yang sama. Dikelilingi yang sayang, yang bikin lo nyaman, dan yang juga saling jaga satu sama lain,” tuturnya.

“Kita doain lo hari ini, dan seterusnya. Selama hati dan mulut masih bisa nyebut nama lo. Selama hal kecil masih bisa bikin kita inget lo,” sambungnya.

Ia juga menggambarkan bagaimana sosok Vidi akan selalu hadir dalam berbagai momen kehidupan. Bahkan dalam hal-hal kecil yang tak terduga. “Selama ada momen baru yang bikin kita mikir, ‘Ih pengen banget cerita sama Vidi’, atau, ‘Sumpah kalau ada Vidi pasti dia bakal…’,” jelasnya.

Bagi Vadi, tanggal 29 Maret akan selalu memiliki arti yang spesial. Hari itu menjadi pengingat akan sosok kakak yang begitu dicintai. “Selama 29 Maret masih ada di kalender kita. Kita akan terus inget dan kita akan selalu doain yang terbaik buat lo di sana,” katanya.

Di akhir pesannya, Vadi menyampaikan ungkapan cinta yang sederhana namun begitu dalam. Kata-kata itu menjadi penutup yang menyentuh hati banyak orang. “We love you. Happy birthday, bb,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *