Peristiwa yang mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (8/4/2026). Seorang ibu, Nina Saleha, mengalami kejadian yang membuatnya sangat khawatir dan sedih. Bayinya nyaris tertukar dengan bayi orang lain akibat kesalahan dari petugas rumah sakit.
Kejadian ini bermula saat Nina dan suaminya sedang menunggu proses administrasi untuk pulang. Saat itu, bayi laki-laki mereka yang masih berusia kurang dari satu minggu sedang menjalani perawatan di ruang NICU karena penyakit kuning dan ruam. Meski sudah dinyatakan siap pulang sehari sebelumnya, pasangan ini masih harus menunggu karena proses administrasi yang belum selesai.
Nina dan suaminya sempat keluar sebentar untuk makan. Namun, setelah kembali ke ruang perawatan, ia merasa ada yang tidak beres. Ia melihat inkubator kosong dan bayi yang digendong oleh pasangan lain. Dengan rasa cemas, ia langsung memanggil perawat dan menyadari bahwa bayinya telah diberikan kepada orang asing.
Ketika menemukan hal tersebut, Nina merasa sangat kaget dan panik. Perawat yang bertugas memberikan penjelasan bahwa mereka telah mencoba memanggil Nina berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya, bayi diberikan kepada orang lain karena tidak ada respons dari pihak keluarga.
Namun, Nina menilai respons perawat tidak cukup baik. Bahkan, ketika ia berteriak dan berusaha mengambil kembali bayinya, perawat justru meminta ia diam. Hal ini memperburuk situasi dan membuat Nina semakin marah serta kecewa terhadap pelayanan yang diberikan.
Setelah kejadian tersebut, RSHS Bandung memberikan sanksi berupa SP 1 kepada perawat yang bertugas dan menonaktifkannya. Meskipun begitu, Nina tetap memilih untuk menggunakan jasa pengacara dalam menyelesaikan kasus hukum ini.
Nina Saleha resmi menunjuk pengacara kondang Krisna Murti bersama Mira untuk mendampinginya. Keputusan ini diambil setelah cerita Nina tentang kekecewaannya terhadap pelayanan RSHS Bandung viral di media sosial TikTok. Ia ingin fokus pada pemulihan diri dan anaknya, sehingga membutuhkan perlindungan hukum.
Dalam unggahan TikTok pribadinya, Nina menyampaikan bahwa ia belum menyatakan berdamai dengan pihak rumah sakit. Ia juga menunjukkan surat keterangan sakit dari dokter sebagai bukti bahwa dirinya sedang fokus berobat. Ia menegaskan bahwa masalah ini belum selesai dan akan terus dituntut secara hukum.
Kasus bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung kini menjadi perhatian publik. Banyak orang merasa prihatin dengan kejadian yang dialami Nina dan mengharapkan adanya tindakan lebih lanjut dari pihak rumah sakit. Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi semua institusi kesehatan untuk meningkatkan standar pelayanan dan keamanan pasien.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kejadian serupa adalah:
- Peningkatan pengawasan dan pelatihan bagi tenaga medis.
- Penerapan sistem identifikasi yang lebih ketat untuk setiap pasien.
- Penyediaan layanan konsultasi hukum bagi keluarga yang mengalami kejadian serupa.
- Penyelenggaraan forum diskusi antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien untuk menyelesaikan masalah secara transparan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan yang bisa terjadi dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan juga bisa dipulihkan.











