"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Warga Kecam Limbah Dapur SPPG Sungai Batang, Yayasan Minta Maaf dan Janjikan Tanggung Jawab

Warga Desa Sungai Batang Keluhkan Dampak Limbah dari SPPG

Warga di RT 04/RW 02, Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, mengeluhkan dampak limbah pembuangan dari dapur SPPG Sungai Batang milik Yayasan Lantera Pangan Borneo, Mitra Dapur Kaia88. Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh sejumlah awak media di lapangan, limbah tersebut diduga telah mencemari parit warga.

Air parit yang sebelumnya jernih kini berubah warna menjadi hijau lumut bahkan hitam pekat, disertai bau menyengat yang mengganggu penciuman. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat terkait kualitas air dan lingkungan sekitar.

Menanggapi keluhan warga, Perwakilan Pengurus Yayasan Lantera Pangan Borneo, Feriyandi, menyampaikan permohonan maaf sekaligus komitmen untuk segera melakukan penanganan. Ia menjelaskan bahwa pihak yayasan sudah berkoordinasi dengan pihak lingkungan hidup untuk mengatasi masalah limbah yang mengalir ke pemukiman warga.

“Kami bersama mitra dan juga berkolaborasi dengan pihak lingkungan hidup sudah berkoordinasi untuk mengatasi bagaimana supaya limbah ini tidak mengalir ke pemukiman warga, dan sudah ada skemanya,” ujarnya.

Feriyandi menjelaskan bahwa pihak yayasan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya pembangunan sumur resapan. “Kita juga sudah membuat sumur resapan sebanyak tiga titik, dan sudah dipikir cukup. Apabila sumur resapan itu nantinya penuh, sudah kita persiapkan untuk penyedotan,” jelasnya.

Selain itu, pihak yayasan juga telah menyiapkan penanganan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan petugas khusus. “Untuk penanganan IPAL, kita sudah ada orang khusus untuk menangani masalah limbah ini,” tambahnya.

Feriyandi secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak yang ditimbulkan. “Kami juga mohon maaf kepada masyarakat, khususnya Sungai Batang, dalam kejadian ini yang sudah meresahkan warga. Kami benar-benar minta maaf dan akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan apapun masalah yang ada di sini,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihak yayasan juga berkomitmen memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak. “Kami juga akan bertanggung jawab tentang air bersih warga. Sudah kami komunikasikan dengan mitra, dan kami siapkan air bersih dari pegunungan untuk didistribusikan kepada warga terdampak, dan akan terus kita distribusikan sampai selesai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak Lingkungan Hidup turut memberikan sejumlah rekomendasi teknis guna memperbaiki kualitas pengolahan limbah. “Dari Lingkungan Hidup sudah menyarankan penambahan filter pembuangan, sehingga air limbah yang keluar bisa lebih baik atau lebih steril, dan tadi sudah kita tambah filternya,” jelasnya.

“Sumur resapan itu juga disarankan oleh Lingkungan Hidup. Dengan sumur itu diharapkan air tidak lari ke mana-mana lagi,” sambungnya.

Feriyandi menyebut, perbaikan tersebut telah mulai direalisasikan. “Sekitar jam dua siang ini sumur resapan juga sudah jadi kita buat, dan sudah kita tambah filternya,” tutupnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *