Pembukaan Lapangan Alun-alun Purwokerto untuk Masyarakat Umum
Lapangan Alun-alun Purwokerto kini kembali dibuka untuk umum setelah selama tujuh tahun ditutup akibat biaya perawatan yang tinggi. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat yang ingin memiliki ruang publik yang lebih luas dan nyaman.
Meski kini bisa diakses, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan oleh pengunjung. Salah satunya adalah larangan menggelar tikar untuk duduk-duduk. Hal ini dilakukan agar kondisi rumput tidak rusak lebih cepat. Selain itu, area dalam alun-alun juga tetap steril dari aktivitas jual beli, sehingga para pedagang diminta untuk berada di area berlantai keramik di tepian alun-alun.
Tujuan Pembukaan Alun-alun Purwokerto
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah mendengarkan keluhan masyarakat. Sebelumnya, banyak pengunjung merasa keterbatasan area untuk sekadar duduk dan bersantai. Menurutnya, pembukaan alun-alun bertujuan untuk mengembalikan makna alun-alun sebagai ruang publik yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
“Ketika datang ke alun-alun, mereka ingin bersantai, rekreasi, dan nongkrong,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keasrian kawasan tersebut.
Aturan yang Harus Dipatuhi Pengunjung
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, menjelaskan bahwa area rumput Alun-alun Purwokerto sebelumnya ditutup karena kondisi rumput yang mudah rusak dan biaya perawatan yang tinggi. Namun, setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat, pihaknya memutuskan untuk membuka kembali akses tersebut.
Ia menegaskan bahwa meskipun area kini dibuka, ada beberapa larangan yang harus dipatuhi. Di antaranya:
- Tidak diperbolehkan membawa tikar ke dalam area
- Pengunjung wajib menjaga kebersihan
Selain itu, keberadaan pedagang juga diatur secara ketat. Area dalam alun-alun harus tetap steril dari aktivitas jual beli. Para pedagang diminta untuk berada di area berlantai keramik di tepian alun-alun.
Pendekatan dengan Pedagang
Sugiri menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif dengan menggelar dialog bersama para pedagang. Mereka sepakat untuk tidak masuk ke area dalam alun-alun. “Ini demi menjaga kebersihan bersama,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap uji coba. Tidak menutup kemungkinan, area rumput akan ditutup sementara sewaktu-waktu untuk keperluan perawatan.
Tanggapan Pengunjung
Salah satu pengunjung, Bening Berliana, mengaku antusias dengan pembukaan kawasan rumput Alun-alun Purwokerto. “Sangat senang karena bisa santai dan duduk-duduk,” katanya. Ia juga bersedia ikut menjaga kebersihan dan keasrian rumput alun-alun saat beraktivitas di atasnya.
“Ya baguslah, kita juga ikut menjaga, lagian kan cuma duduk, bukan mau merusak, dan baiknya juga disediakan tempat sampah yang representatif, yang mudah dijangkau,” tambahnya.
Penutup
Pembukaan Alun-alun Purwokerto menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas ruang publik bagi masyarakat. Meski ada aturan yang harus dipatuhi, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan pengelola, kawasan ini diharapkan tetap terjaga kebersihannya dan dapat dinikmati oleh semua pengunjung.











