"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Tiba di Arab Saudi, PPIH Siap Sambut Jemaah Haji Indonesia

Kesiapan Petugas PPIH Arab Saudi 2026 di Madinah dan Bandara

Sebanyak 682 personel Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 telah tiba di Arab Saudi. Mereka disebar ke Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara, dengan fokus pada persiapan menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia serta memastikan layanan tersedia secara optimal.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Budi Agung Nugroho, menjelaskan bahwa petugas PPIH 2026 untuk daerah kerja Madinah dan Bandara sudah tiba di Arab Saudi. Sisanya akan ditempatkan di Mekah. Dari layanan akomodasi, konsumsi hingga transportasi, semua siap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia.

Tahun ini, embarkasi Soekarno-Hatta (CKG)-Jakarta masuk dalam skema fast track seperti musim haji 2025. Rencananya, pembe­rangkatan kloter perdana akan dijadwalkan masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan terbang ke Arab Saudi pada 22 April 2026. Jemaah akan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

Dengan skema fast track tersebut, penyambutan di bandara akan berlangsung sekilas. Namun, sambutan resmi yang lebih besar akan dilakukan saat jemaah tiba di hotel di Madinah. Rencananya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Konsul Jenderal (Konjen) akan turun langsung menyambut kedatangan perdana tersebut.

Ketertiban pergerakan jemaah dari bandara menuju bus juga menjadi fokus perhatian. Alur pergerakan jemaah bekerja sama dengan Nusuk Marhaban dan Sya­rikah Duyuf Al-Bait. Pergeseran dari bandara ke bus dilakukan per regu dan per rombongan. Dengan begitu, setiap jemaah masuk bus hingga pembagian kamar hotel tetap dalam kelompoknya agar tertib.

Mengenai urusan bagasi, syarikah SBS telah disiaga­kan guna memastikan barang bawaan jemaah aman hingga tujuan. Dari bandara, jemaah langsung diarahkan ke hotel yang telah dikontrak di wilayah Madinah dan akan tinggal selama 8-9 hari. Jemaah akan mendapatkan layanan konsumsi maksimal sebanyak 27 kali selama di Madinah. Setelah hari kesembilan, jemaah digeser menuju Mekah untuk persiapan puncak haji.

Tenaga Pendukung Siap Berkontribusi

Sementara itu, sebanyak 423 tenaga pendukung yang terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Mereka dipersiapkan membantu berbagai layanan, mulai dari penyambutan jemaah di bandara, pendampingan di sektor, hingga pelayanan langsung kepada jemaah, termasuk lansia.

Kepala Kanselerai Soeharyo Tri Sasongko mengatakan bahwa tenaga pendukung turut menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka langsung bersentuhan dengan jemaah, sehingga dituntut sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan.

Tenaga pendukung disebar ke dua daerah kerja utama yaitu Bandara dan Madinah, serta ditempatkan di titik-titik strategis yang membutuhkan bantuan langsung kepada jemaah. Para tenaga pendukung juga dibekali pemahaman prosedur layanan terbaru. Termasuk koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan dukungan terhadap implementasi layanan “Makkah Route”.

Sejalan dengan arahan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, seluruh tenaga pendukung diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan prima kepada jemaah.

“Dengan kesiapan tersebut, tenaga pendukung PPIH Arab Saudi optimistis dapat memberikan kontribusi maksimal dalam melayani tamu Allah, khususnya pada momentum kedatangan kloter pertama 22 April di Madinah,” tutur dia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *