"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Operasi SAR Hanyut di Sungai Pulau Lebar Dihentikan Setelah 7 Hari Tak Temukan Korban

Operasi SAR Korban Hanyut di Sungai Pulau Lebar Dihentikan Setelah Tujuh Hari Pencarian

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil. Keputusan ini diambil setelah seluruh prosedur pencarian dilakukan secara maksimal dan menyeluruh, namun tidak membuahkan hasil.

Korban diketahui bernama Asmadi (45), seorang laki-laki yang berdomisili di Desa Lubuk Pauh, Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, saat korban tengah memancing ikan bersama empat orang rekannya di Sungai Pulau Lebar. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, korban diduga tergelincir ketika hendak berpindah posisi memancing. Akibatnya, korban jatuh ke sungai dan langsung terseret arus yang cukup deras.

Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh rekan korban dan warga setempat, namun tidak berhasil menemukan korban. Sejak laporan diterima dari Polres Solok Selatan, Kantor SAR Padang melalui Unit Siaga SAR Solok Selatan segera mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur.

Pada hari ketujuh, tim kembali melanjutkan pencarian dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) sesuai rencana operasi. Total area pencarian yang disisir mencapai sekitar tujuh kilometer di sepanjang aliran sungai. SRU pertama melakukan penyisiran darat dan sungai di sisi kiri dan kanan sungai sejauh 2,8 kilometer dari lokasi kejadian awal. Sementara SRU kedua melanjutkan penyisiran sejauh 4,2 kilometer ke arah hilir dengan metode kombinasi darat, sungai, serta menggunakan perahu rafting.

Selain penyisiran manual, tim SAR juga mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya rescue car carrier, perahu rafting, peralatan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, hingga telepon satelit untuk mengatasi keterbatasan jaringan di lokasi pencarian. Namun demikian, hingga pukul 18.30 WIB, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan serta kesepakatan bersama pihak keluarga korban, perangkat nagari, dan unsur SAR gabungan, diputuskan bahwa operasi SAR dihentikan dan diusulkan untuk ditutup.

Keputusan penghentian operasi diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi medan yang sulit, sungai yang curam dan sempit, serta keterbatasan komunikasi karena lokasi berada di area blank spot. Meski operasi SAR resmi dihentikan, Abdul Malik menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru terkait keberadaan korban, operasi SAR akan kembali dibuka.

Operasi SAR ini melibatkan sedikitnya 72 personel dari berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Solok Selatan, Polres Solok Selatan, BPBD Solok Selatan, BPBD Kerinci, TNI, RAPI, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Kantor SAR Padang juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat serta masyarakat yang telah membantu selama proses pencarian berlangsung.

Proses Pencarian Awal

Awal Dilaporkan, operasi pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan terjatuh dan hanyut di Sungai Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, hingga Kamis (5/2/2026) masih belum membuahkan hasil. Pencarian telah memasuki hari keempat sejak korban dinyatakan hilang.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa korban diketahui bernama Asmadi (45), warga Desa Lubuk Pauh, Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Korban dilaporkan hanyut saat memancing ikan bersama sejumlah rekannya. “Korban dilaporkan terjatuh dan hanyut di sungai pada Senin (2/2/2026). Hingga hari keempat pencarian, korban belum ditemukan,” ujar Abdul Malik.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor SAR Padang, kejadian bermula pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban memancing ikan bersama empat orang temannya di sungai tersebut. Namun, ketika hendak berpindah posisi memancing, korban diduga tergelincir dan jatuh ke sungai hingga terbawa arus.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh warga setempat, namun belum membuahkan hasil. Selanjutnya, Kantor SAR Padang bersama tim gabungan melaksanakan operasi pencarian secara intensif. Pada Kamis (5/2/2026) pukul 07.00 WIB, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

Pencarian dilakukan dengan menyisir area sungai sejauh kurang lebih lima kilometer sesuai rencana operasi hari keempat. SRU pertama melakukan penyisiran darat dan sungai di sisi kiri dan kanan sungai dari titik koordinat B hingga koordinat C sejauh 2,5 kilometer. Sementara SRU kedua melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting serta jalur darat dan sungai dari koordinat C menuju koordinat D dengan jarak yang sama.

Operasi SAR hari ini berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, namun hasilnya masih nihil. Operasi akan dilanjutkan kembali pada Jumat (6/2/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya rescue car carrier, perahu rafting, peralatan evakuasi, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta telepon satelit.

Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian ini, mulai dari Unit Siaga SAR Solok Selatan, Polres Solok Selatan, BPBD Solok Selatan, BPBD Kerinci, Koramil, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), perangkat desa setempat, hingga masyarakat sekitar. Abdul Malik menyebutkan, pencarian di lapangan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi lokasi yang merupakan area blank spot serta karakter sungai yang curam dan sempit. Meski demikian, tim tetap berupaya maksimal dalam pelaksanaan operasi pencarian.

Cuaca pada hari ini relatif berawan dengan kecepatan angin sekitar dua knot. Tim SAR Gabungan tetap berkomitmen melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *