"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Tokoh Kuningan Angkat Bicara Soal Kematian 700 Ikan Dewa

Kematian Massal Ikan Dewa di Kolam Keramat Cigugur

Kolam Keramat di Kelurahan Cigugur, Kuningan, kembali menjadi perhatian masyarakat setelah terjadi kematian massal ikan dewa. Jumlah ikan yang mati mencapai lebih dari 700 ekor, dengan data terbaru menunjukkan sebanyak 762 ekor ikan dewa telah meninggal dalam sebelas hari terakhir.

Penyebab dan Upaya Pencegahan

Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kuningan, Deni Irianto, menjelaskan bahwa upaya pencegahan sedang dilakukan untuk menstabilkan sirkulasi air di kolam. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembongkaran saluran outlet atau air keluar dari kolam. Deni mengatakan bahwa tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan kolam agar dapat mendukung kehidupan ikan dewa.

Selain itu, tim medis juga melakukan autopsi pada bangkai ikan untuk mengetahui penyebab kematian. Hasilnya menunjukkan adanya parasit dalam tubuh ikan, seperti cacing yang ditemukan di insang dan saluran pencernaan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air dan nutrisi ikan mungkin menjadi faktor utama dalam kasus ini.

Dugaan Perusakan Ekosistem

Tokoh masyarakat, Aang Taufik, Ketua LPM Kelurahan Cigugur, menyampaikan bahwa ada dugaan perusakan ekosistem akibat pemanfaatan air secara komersial oleh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Menurutnya, sumber mata air di kolam ini memiliki debit yang cukup besar, yaitu lebih dari 100 liter per detik. Namun, kontrak bisnis antara BUMD dan pihak lokal berjalan sejak tahun 2022 hingga saat ini.

Aang menambahkan bahwa nilai kompensasi yang diberikan oleh BUMD berubah-ubah. Awalnya sebesar Rp 128 juta, namun kemudian turun hingga hanya Rp 80 juta per tahun. Meskipun demikian, ia tetap meminta pemerintah untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menyampaikan kekhawatiran terhadap jumlah ikan yang mati. Ia mengatakan bahwa semua upaya telah dilakukan, termasuk penataan infrastruktur saluran air. Saat ini, proses pembongkaran saluran air sedang berlangsung.

Tuti juga menekankan pentingnya melestarikan kolam sebagai situs wisata. Ia mengingat masa lalu ketika kolam ini sangat bersih dan menjadi tempat latihan renang. “Dulu saya pernah latihan dan bisa berenang di kolam ini,” katanya.

Langkah Pemulihan Ikan

Deni Irianto menjelaskan bahwa kini tersedia kolam pemulihan atau karantina bagi ikan yang mengalami gangguan kesehatan. Ikan yang sekarat akan dipindahkan ke wadah berisi air obat sebelum akhirnya masuk ke kolam karantina. Proses ini dilakukan dengan bantuan warga setempat.

Permasalahan Sirkulasi Air

Menurut Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, salah satu penyebab kematian massal ikan dewa adalah sirkulasi air yang tidak bergerak seperti sebelumnya. Setelah melakukan kajian teknis, tim menemukan bahwa kualitas air dan sistem aliran air terganggu.

Rekomendasi dan Harapan

Aang Taufik meminta pemerintah untuk melakukan pembongkaran sumur atau kubangan yang ditutup permanen sebagai tempat ikan saat terjadi pengurasan. Tujuannya adalah agar ikan tidak hilang saat kolam dikuras, tetapi tetap berada dalam kubangan yang memiliki mata air.

Ia juga berharap pemerintah dapat terus memperbaiki tata kelola air dan menjaga keberlanjutan kolam sebagai destinasi wisata. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kondisi kolam dapat kembali pulih dan menjaga keanekaragaman hayati di sekitarnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *