Cuaca Buruk di Kota Metro Menyebabkan Kerusakan Fasilitas Umum
Cuaca buruk yang melanda Kota Metro pada Sabtu (14/2/2026) sore mengakibatkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Salah satu yang terkena dampaknya adalah pagar SDN 8 Yosomulyo yang ambruk akibat diterjang angin kencang. Selain itu, beberapa pohon tumbang di halaman sekolah, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pelajar.
Kejadian ini memicu warga setempat untuk melakukan gotong royong dalam membersihkan puing-puing beton dan memotong pohon-pohon yang tumbang. Dengan menggunakan alat seperti mesin chain saw, parang, dan sarung tangan, warga berupaya menyingkirkan puing beton serta memotong batang pohon yang melintang di jalan dan halaman sekolah.
Meski cuaca buruk mengganggu jalur lalu lintas, kegiatan belajar di SDN 8 Yosomulyo tetap berlangsung dengan baik. Wawan Andi Saputra, warga Bedeng 21 C, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, menjelaskan bahwa inisiatif gotong royong dilakukan sejak pagi hari. Ia menyebutkan bahwa hujan deras disertai angin kencang mulai melanda wilayah tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan ini menyebabkan debit air meningkat, menggoyang pagar, dan merobohkan pepohonan.
Selain faktor cuaca, usia pagar sekolah yang sudah tua diduga menjadi salah satu penyebab ambruknya pagar beton tersebut. Kejadian ini juga mendapat perhatian dari aparatur kelurahan dan kecamatan setempat, yang turut meninjau dampaknya. Bahkan, Wali Kota Metro telah meninjau langsung kondisi pagar sekolah tersebut.
Wawan berharap, setelah peninjauan tersebut, pemerintah dapat segera membangun kembali pagar sekolah agar fasilitas pendidikan dan keamanan sekolah kembali terjamin. Ia berharap, pagar sekolah dapat dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kokoh, agar sekolah menjadi aman dan anak-anak dapat belajar dengan tenang.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Metro pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB menyebabkan sejumlah wilayah di empat kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi dengan kerugian total mencapai belasan juta rupiah.
Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan melalui Kasi Humas Iptu Susi Handayani menjelaskan, hujan lebat dan angin kencang terjadi merata di wilayah Metro Barat, Metro Pusat, Metro Selatan dan Metro Utara. Peristiwa tersebut mengakibatkan pohon tumbang, genangan air hingga kerusakan atap rumah warga.
Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa dan seluruh genangan air telah surut. Personel Polres Metro bersama tim siaga bencana tetap melakukan monitoring dan koordinasi.
Di wilayah Metro Barat, beberapa kejadian pohon tumbang terjadi di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Mulyojati. Sebuah pohon menimpa gerobak tenda es doger milik Yahya Herdiansyah (28), warga Jalan Beliuk, Ganjar Agung. Akibat kejadian tersebut, gerobak beserta perlengkapan seperti gelas, termos, toples dan piring mengalami kerusakan dan kerugian ditaksir mencapai Rp 9 juta.
Pohon tumbang yang sama juga menimpa pagar apotek milik dr. Bibin Setiawan (40) yang berada di Jalan Jenderal Suprapto. Di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mulyojati, pohon tumbang juga menimpa atap teras depan Pondok Bakso Bintang milik Paino (63). Kerusakan pada rangka baja atap ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp 2 juta.
Tidak hanya pohon tumbang, banjir juga sempat menggenangi sejumlah titik di Metro Barat. Di Jalan Sulawesi RW 09 RT 40, 41 dan 42 belakang RS Mardi Waluyo, genangan air mencapai 60 centimeter sebelum akhirnya surut. Banjir serupa juga terjadi di Perumahan Prasanti, Jalan Sumbawa, Perumahan Golden Village, serta Jalan Nuban dengan ketinggian air rata-rata 50–60 sentimeter.
Di Metro Pusat, banjir terjadi di Jalan Lukman Tanjung RT 27 A dan 27 B RW 06 Kampung Sawah, Kelurahan Hadimulyo Barat. Air meluap dari saluran irigasi dan menggenangi jalan, namun kini telah surut. Genangan juga dilaporkan terjadi di Perumahan Al Kalifah, Jalan Siput RT 33 RW 13 Hadimulyo Timur, Jalan Annur RT 49 RW 08 Kelurahan Metro, Jalan Bambu Kuning RT 36 RW 09 Hadimulyo Barat, serta Jalan Poksay RT 17 dan 18 RW 04 Hadimulyo Barat. Seluruhnya dilaporkan sudah dalam kondisi normal.
Sementara itu, di Metro Selatan, beberapa pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Budi Utomo RT 13 RW 03 Kelurahan Margodadi, tepatnya di jembatan penghubung Margodadi–Margorejo, depan Pondok ADI, serta depan bekas gudang rongsokan Ana Morinda. Beruntung, tidak ada kerugian materil dalam kejadian tersebut.
Di Metro Utara, genangan air terjadi di area persawahan Jalan Kucing RT 39 RW 07 Kelurahan Purwosari. Banjir setinggi 10 sentimeter juga sempat menggenangi Perumahan Lempuyang 4 RT 60 RW 01 Kelurahan Banjarsari sebelum surut. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Perumahan Beringin Raya 23 B RT 46 RW 11 Kelurahan Karangrejo. Selain itu, genangan air juga terjadi di Jalan Walet RT 54 RW 11 Kelurahan Banjarsari dan kini telah surut.
Polres Metro bersama jajaran polsek, Tim Siaga Bencana, BPBD Kota Metro dan dinas terkait telah melakukan evakuasi dan pembersihan di lokasi terdampak. Petugas juga melakukan pemantauan debit air, pengecekan drainase, serta koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi potensi bencana susulan.
Monitoring dan peringatan dini dilakukan berdasarkan data dari BMKG untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Hingga saat ini, situasi di seluruh wilayah terdampak di Kota Metro dilaporkan kondusif. Aparat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Patroli siaga bencana terus dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material.











