"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Pertemuan hangat penyintas Mamboro dan AirAsia, hunian tahan gempa menarik perhatian

Kunjungan Indonesia AirAsia ke Hunian Tetap di Palu Utara

Perwakilan maskapai penerbangan Indonesia AirAsia melakukan kunjungan ke hunian tetap (Huntap) mandiri penyintas gempa dan tsunami Palu di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, pada hari Sabtu (7/3/2026) sore. Kunjungan ini dilakukan setelah maskapai tersebut resmi melakukan penerbangan perdananya dari Kota Palu pada pagi hari yang sama.

Ini merupakan pertama kalinya Indonesia AirAsia melihat langsung permukiman penyintas yang dibangun melalui program kemanusiaan mereka beberapa tahun lalu. Dalam kunjungan tersebut, rombongan AirAsia didampingi oleh perwakilan Yayasan Arsitek Komunitas Indonesia (Arkom), lembaga yang menjadi mitra maskapai dalam mendampingi komunitas penyintas sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan ekonomi.

Hunian yang Menggabungkan Budaya Lokal dengan Inovasi

Hunian yang dihuni 39 keluarga ini meraih penghargaan World Habitat Awards 2021. Penghargaan ini diberikan karena kemampuan hunian untuk memadukan rumah panggung khas masyarakat pesisir dengan inovasi konstruksi panel tahan gempa. Selain itu, kawasan ini juga dirancang untuk adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan iklim dengan menerapkan skema relokasi mandiri sekitar 200 meter dari garis pantai.

Keunikan lain dari hunian ini adalah variasi warna rumah yang dipilih sesuai dengan keinginan masing-masing pemilik. Warga menyebut bahwa hal ini memberikan daya tarik tersendiri, bahkan bisa dikembangkan sebagai wisata berbasis komunitas.

Potensi Ekonomi dan Kolaborasi

Selama kunjungan, warga Huntap juga memperlihatkan produk olahan ikan asin yang menjadi salah satu sumber penghidupan mereka. Emilia, salah satu warga, menyampaikan bahwa potensi ekonomi sangat besar jika pemasaran dilakukan lebih luas.

Head of Indonesia Affairs and Policy Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi Soemawilaga, mengatakan kunjungan ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga bentuk apresiasi terhadap praktik baik warga dalam membangun ketangguhan pascabencana. Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas warga dan penguatan pemasaran bisa menjadi bentuk kolaborasi di masa depan.

Direktur Yayasan Arsitek Komunitas Indonesia, Yuli Kusworo, menilai pertemuan antara penyintas dan pihak AirAsia menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan kemanusiaan serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa pola kolaborasi kemanusiaan antara penyintas dan AirAsia di Mamboro bisa menjadi model yang direplikasi di lokasi lain.

Harapan untuk Pemulihan Berkelanjutan

Pengalaman ini menunjukkan bahwa program kemanusiaan tidak hanya fokus pada pemulihan kondisi fisik, tetapi juga psikis dan ekonomi warga. Dengan kerja sama yang kuat antara pihak swasta dan komunitas, diharapkan pemulihan pascabencana dapat berlangsung secara berkelanjutan dan inklusif.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak sangat penting dalam membangun kembali kehidupan yang lebih aman dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *