Warga Kelurahan Ketapang Berharap Ada Palang Pintu dan Petugas Jaga di Perlintasan Kereta
Warga di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, mengeluhkan kondisi perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu dan petugas jaga. Mereka meminta agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera memasang palang pintu dan menempatkan petugas di lokasi tersebut untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.
Permintaan ini muncul setelah beberapa kejadian kecelakaan yang terjadi di perlintasan tersebut. Salah satu insiden terparah terjadi beberapa waktu lalu ketika sebuah minibus tertabrak kereta. Mobil tersebut rusak parah, dan para penumpangnya sempat terjebak di dalam kendaraan. Warga harus membantu mengeluarkan korban dengan mendongkrak dan memotong bagian mobil.
Kejadian Kecelakaan yang Menimbulkan Kekhawatiran
Menurut Faizal Amir, Ketua RT 01 Lingkungan 2, selama dirinya menjabat sebagai RT, sudah terjadi tiga kali kecelakaan di perlintasan tersebut. Kejadian lain terjadi dua tahun lalu ketika sebuah truk fuso bermuatan semen mengalami rem blong dan terguling di sekitar rel. Meskipun tidak ada korban jiwa, kondisi saat itu sangat memprihatinkan.
Selain itu, ada kejadian lain yang memicu aksi blokade rel oleh warga. Namun, Faizal menyatakan bahwa ia tidak mengetahui pasti alasan warga melakukan pemblokiran karena tidak ada konfirmasi kepada pihak RT. Ia menyesalkan kejadian seperti itu dan berharap warga bisa lebih memahami aturan dan hukum terkait perlintasan kereta api.
Kondisi Jalur dan Aktivitas Lalu Lintas
Jalur yang digunakan warga merupakan jalur alternatif dari Jalan Bypass menuju Jalan Yos Sudarso. Jalan tersebut juga bisa tembus ke arah Sukaraja maupun Panjang. Saat ini, jalan tersebut sudah diperbaiki dan dicor rabat beton sejak 2016. Sebelumnya, kondisi jalan di sana rusak dan belum banyak dilalui kendaraan. Karena itu, sejak awal tidak pernah ada palang pintu perlintasan.
Setelah pemerintah melakukan pembangunan, aktivitas kendaraan semakin ramai. Di sekitar lokasi juga terdapat kawasan pendidikan, seperti dua SMP negeri dan satu SMA negeri, sehingga lalu lintas di jalan tersebut semakin padat.
Tindakan yang Dilakukan oleh PT KAI
Selama ini, PT KAI hanya memasang portal pembatas tinggi kendaraan agar truk besar tidak melintas di jalur tersebut. Tujuannya adalah untuk mencegah kemacetan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di area sekolah.
Faizal menjelaskan bahwa selama ini ada warga yang secara sukarela membantu mengatur lalu lintas di perlintasan tersebut, terutama pada siang hari. Warga itu hanya memberi tanda jika ada kereta yang akan melintas. Namun, Faizal menegaskan bahwa orang tersebut bukan petugas resmi.
Harapan Warga dan Usulan yang Disampaikan
Warga berharap agar PT KAI dapat mempertimbangkan permintaan mereka untuk memasang palang pintu dan menempatkan petugas resmi di perlintasan tersebut. Usulan ini telah disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Warga berharap usulan itu bisa diteruskan oleh pemerintah kota ke dinas terkait dan PT KAI.
Menurut Faizal, pemasangan palang pintu jauh lebih realistis dibandingkan pembangunan underpass. Ia menilai bahwa underpass tidak mungkin dilakukan karena perlintasan tersebut bukan jalan utama. Meski begitu, Faizal menegaskan bahwa warga tidak akan keberatan jika suatu saat PT KAI memutuskan menutup perlintasan tersebut.
Kesimpulan
Warga Kelurahan Ketapang berharap PT KAI dapat segera memasang palang pintu dan menempatkan petugas jaga di perlintasan kereta api. Mereka yakin bahwa langkah ini akan meningkatkan keselamatan masyarakat dan mencegah terulangnya kecelakaan serupa. Faizal menyatakan bahwa ia percaya PT KAI memiliki kebijakan yang baik dan mungkin saja belum memasang palang pintu karena masih ada pertimbangan tertentu.











