"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Gubernur Mirza Waspada Ancaman El Nino Godzilla terhadap Produksi Pangan Lampung

Pemprov Lampung Siapkan Langkah Strategis Menghadapi El Nino Godzilla

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memperkuat langkah mitigasi terhadap ancaman fenomena iklim ekstrem yang dikenal dengan julukan El Nino Godzilla. Fenomena ini dianggap sebagai ancaman serius bagi sektor pertanian dan pangan, mengingat Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang menyuplai kebutuhan daerah lain di Indonesia.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa mitigasi terhadap ancaman produksi pangan menjadi prioritas utama. Ia menekankan pentingnya tindakan nyata, bukan hanya sekadar administratif dalam menghadapi peringatan serius dari pemerintah pusat.

Rapat Koordinasi Mitigasi El Nino 2026

Sebagai langkah awal, Pemprov Lampung telah mengadakan Rapat Koordinasi Mitigasi El Nino 2026 di Gedung Pusiban, kompleks kantor Gubernur Lampung, pada Jumat (10/04/2026). Dalam rapat tersebut, berbagai strategi disiapkan untuk menghadapi ancaman kemarau ekstrem yang diperkirakan akan mulai terasa pada Mei 2026, dengan puncak kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026.

Menurut Gubernur Mirza, Lampung memiliki produksi gabah mencapai 3,2 juta ton (setara 1,7 juta ton beras), sehingga gangguan pada sektor pertanian akan berdampak fatal secara nasional. “Konsumsi masyarakat Lampung hanya sekitar 800 ribu ton per tahun. Artinya, ada surplus 900 ribu ton yang menyuplai kebutuhan pangan di luar daerah. Kita punya tanggung jawab moral, tidak hanya untuk masyarakat Lampung, tapi juga untuk daerah lain yang bergantung pada kita,” ujarnya.

Langkah Teknis untuk Antisipasi Kemarau Ekstrem

Untuk menghadapi kondisi ini, Pemprov Lampung telah menyiapkan beberapa langkah teknis bersama Kabupaten/Kota. Berikut adalah langkah-langkah yang telah direncanakan:

  • Percepatan perbaikan jaringan irigasi dan optimalisasi sarana pengairan

    Pemprov Lampung menginstruksikan percepatan perbaikan jaringan irigasi untuk memastikan ketersediaan air yang cukup selama musim kemarau.

  • Mobilisasi bantuan pompa air dan fungsionalisasi sumur bor

    Di wilayah rawan kekeringan, pihak pemerintah akan memobilisasi bantuan pompa air dan memaksimalkan penggunaan sumur bor.

  • Pemanfaatan embung

    Embung akan dimaksimalkan untuk menjaga ketersediaan air lahan pertanian.

  • Percepatan masa tanam sebelum musim kemarau

    Sektor pertanian didorong untuk melakukan percepatan masa tanam sebelum musim kemarau tiba.

  • Penggunaan varietas benih tahan kekeringan

    Penggunaan varietas benih yang tahan terhadap kondisi kering menjadi kewajiban guna meminimalisir risiko gagal panen.

Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

Selain itu, Pemprov Lampung juga akan meningkatkan pemantauan hotspot dan patroli rutin di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Dalam kondisi tertentu, rekayasa cuaca atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan dipertimbangkan untuk menekan dampak kekeringan yang sangat ekstrem.

Penetapan Status Siaga dan Sistem Peringatan Dini

Pemerintah Kabupaten/Kota juga diminta segera menetapkan status siaga di daerah rawan, memperkuat cadangan pangan daerah, serta mengintegrasikan sistem peringatan dini berbasis data hingga ke tingkat bawah.

Meneladani Strategi Nabi Yusuf AS

Gubernur Mirza mengajak seluruh kepala daerah untuk meneladani strategi perencanaan Nabi Yusuf AS dalam menghadapi masa kekeringan panjang. “Nabi Yusuf mempersiapkan tujuh tahun masa subur untuk menghadapi tujuh tahun kekeringan. Artinya, perencanaan dan kesiapan adalah kunci. Saya berharap seluruh kepala daerah dapat menunjukkan kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta orkestrasi yang baik dalam menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Dampak Ekonomi dan Tanggung Jawab Moral

Gubernur juga memastikan bahwa pihaknya telah menghitung dampak El Nino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pasalnya, jika produksi turun dan harga pangan tidak stabil, maka pertumbuhan ekonomi Lampung dipastikan akan tertekan.

Wakil Gubernur Jihan Nurlela menambahkan bahwa nasib jutaan masyarakat sangat bergantung dengan langkah yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem ini. “Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sudah menjadi informasi publik yang harus kita sikapi dengan langkah nyata. Nasib jutaan masyarakat bergantung pada keputusan dan langkah koordinasi yang kita ambil hari ini,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *