Kekeringan di Sawah Desa Ketaping, Bengkulu Selatan
Sawah yang terletak di Desa Ketaping, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengalami kekeringan akibat cuaca panas dan aliran air dari Tebat Baghu yang tidak stabil. Hal ini menyebabkan sebagian lahan pertanian tidak dapat ditanami padi secara optimal. Dinas Pertanian setempat telah mengusulkan bantuan tiga unit pompa irigasi kepada Kementerian Pertanian sebagai upaya mengatasi keterbatasan air di area persawahan.
Penyebab Kekeringan di Persawahan
Kekeringan yang melanda sawah Desa Ketaping disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu cuaca yang sangat panas dan aliran air dari Tebat Baghu yang tidak lancar. Tidak hanya itu, adanya kebocoran di area Tebat Baghu juga menjadi penyebab utama gangguan pasokan air ke persawahan.
Kondisi ini memengaruhi proses tanam petani yang belum sepenuhnya berjalan baik. Sebagian petani sudah mulai melakukan penanaman, tetapi masih ada lahan yang belum bisa ditanami karena keterbatasan air.
Upaya Pemerintah Daerah
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan telah mengusulkan bantuan tiga unit pompa irigasi ke Kementerian Pertanian. Usulan ini diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026 agar kondisi kekeringan di wilayah tersebut dapat segera teratasi.
“Untuk menyiasati kekeringan di sawah Desa Ketaping, kita sudah mengusulkan irigasi perpompaan sebanyak tiga unit ke Kementerian Pertanian. Kita berharap usulan ini bisa terealisasi pada tahun 2026, sehingga permasalahan kekeringan dapat teratasi dengan baik,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransyah.
Selain itu, Dinas Pertanian juga telah menurunkan alat mesin pertanian berupa jonder untuk membantu proses pengolahan lahan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses tanam dan memastikan lahan siap digunakan.
Penanganan Kebocoran di Tebat Baghu
Terkait kondisi irigasi di wilayah Tebat Baghu, Binagransyah menyebut bahwa telah terjadi kebocoran yang sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan bersama Kepala Dinas PUPR. Kebocoran tersebut kini telah ditangani sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Untuk Tebat Baghu, memang sempat terjadi kebocoran. Namun, penanganan awal sudah dilakukan dan titik kebocoran telah ditambal oleh BPBD. Mudah-mudahan air bisa kembali mengalir ke sawah di daerah tersebut,” ungkap Binagransyah.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pihaknya optimistis potensi gagal panen dapat dihindari. Dinas Pertanian berharap seluruh proses pertanian di Bengkulu Selatan dapat berjalan lancar ke depannya.
“Insya Allah tidak akan ada gagal panen, mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar,” tutup Binagransyah.
Harapan untuk Masa Depan
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat infrastruktur irigasi agar ketersediaan air bagi petani tetap terjaga, terutama saat musim kemarau. Dengan demikian, petani dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan lebih optimal dan menghindari risiko gagal panen.











