Banjir di Desa Handilnegara dan Kalibesar Terus Meningkat
Banjir yang terjadi di Desa Handilnegara dan Kalibesar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) masih berlangsung tanpa tanda-tanda akan surut. Genangan air semakin dalam, bahkan meningkat sekitar 15 sentimeter dibanding kondisi sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh hujan yang kembali mengguyur wilayah Tala sejak Selasa malam hingga Rabu siang dan menjelang petang kemarin, lalu dilanjutkan pagi hari ini.
Genangan air di permukiman warga di dua desa tersebut telah mencapai ketinggian yang cukup mengkhawatirkan. Pada dua hari lalu, setidaknya 80 unit rumah di Desa Handilnegara kebanjiran dengan ketinggian genangan bervariasi, mulai dari belasan hingga sekitar 30 sentimeter di atas lantai rumah. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah jika genangan terus naik. Bahkan, sejumlah rumah lainnya juga sudah terendam air di halaman maupun jalan lingkungan, mencapai total 157 rumah.
Kepala Dusun (Kadus) 1 Desa Handilnegara, Saleha, menyampaikan bahwa hujan yang turun sejak pagi membuat debit air semakin tinggi. “Genangan sekarang bertambah dalam, air naik sekitar 15 sentimeter dari kemarin,” ujar Saleha saat dihubungi melalui telepon.
Selain merendam rumah warga, banjir juga memberikan dampak serius terhadap akses masuk ke desa. Kendaraan dengan bodi rendah kini kesulitan melintas, baik sepeda motor maupun mobil pribadi. Pada kondisi dua hari lalu, kendaraan roda bebek sebagian mogok saat pengendaranya mencoba menerobos genangan yang meluapi jalan setempat.
Warga juga mengeluhkan gangguan pada aktivitas sehari-hari akibat banjir yang tidak kunjung surut. Alpiani, warga RT 3 Dusun 1, mengaku meski banjir kerap terjadi setiap musim hujan, kondisi kali ini tetap sangat mengganggu.
Situasi di Desa Tetangga, Kalibesar
Kondisi serupa juga terjadi di desa tetangga, yaitu Kalibesar. Desa tersebut bahkan berada persis di bantaran sungai besar, sehingga banjir menjadi ancaman rutin setiap kali curah hujan tinggi melanda wilayah Kecamatan Kurau.
Warga berharap adanya penanganan khusus untuk mengatasi atau setidaknya meminimalisasi dampak banjir pada musim penghujan. Salah satu harapan adalah pengerukan sungai di wilayah RT 1 Dusun 1 sepanjang sekitar 200 meter yang tembus ke sungai besar di Kalibesar. Selain itu, warga juga berharap perbaikan jalan desa yang kian rusak karena sering kebanjiran. Mereka berharap perbaikan dilakukan bersamaan dengan peninggian badan jalan agar kelak tak mudah tenggelam saat hujan deras mengguyur.
Tips Aman Melintasi Genangan Banjir
Hujan deras yang mengguyur beberapa titik menyebabkan banjir di beberapa daerah. Banyak pemilik kendaraan terpaksa menghadapi banjir dan mencari jalur alternatif agar bisa sampai ke tempat tujuan.
Training Director The Real Driving Center (RDC), Marcell Kurniawan, menyarankan para pemilik kendaraan untuk tidak menerobos genangan air demi keamanan. “Opsi pertama dan paling aman adalah tidak melintasi banjir sama sekali,” kata Marcell saat dihubungi Kompas.com.
Namun, bila terpaksa menerobos genangan air, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan memiliki referensi dari kendaraan lain yang sudah terlebih dahulu melintasi banjir untuk melihat ketinggian air dan seberapa deras airnya. Apabila kendaraan lain, terutama yang memiliki dimensi sama, bisa lewat, maka kemungkinan kendaraan kita juga bisa lewat.
- Pastikan ketinggian air tidak lebih dari setengah ban mobil.
- Jaga kecepatan kendaraan agar air di depan mobil tidak terlalu tinggi dan masuk ke air intake yang bisa menyebabkan water hammer.
Water hammer sendiri merupakan masuknya air ke dalam ruang bakar. Kondisi ini disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui saluran udara dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston. Jika sudah terjadi water hammer, maka solusinya adalah harus turun mesin.











