"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Pemberdayaan Petani untuk Restorasi Pesisir Surabaya

Upaya Melestarikan Pesisir Surabaya

Surabaya, Jawa Timur (Jatim), terus berupaya untuk menjaga kawasan pesisirnya dari ancaman seperti abrasi dan perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. Dalam usaha tersebut, akar-akar mangrove menjadi simbol keberlanjutan lingkungan yang ditanam oleh para petani yang hidupnya bergantung pada kawasan tersebut.

Salah satu inisiatif penting dalam upaya ini adalah program “Menanam Harapan Menjaga Keberlanjutan” yang dilakukan oleh Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Pelindo Terminal Petikemas. Program ini tidak hanya bertujuan memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat pesisir, khususnya para petani mangrove.

Kolaborasi dengan Kelompok Petani Mangrove

TPS bekerja sama dengan Kelompok Petani Mangrove Kompak Mandiri Lestari untuk mendukung pembibitan sebanyak 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata. Program ini memberikan sumber penghasilan tambahan bagi para petani, terutama di tengah ketidakpastian pendapatan akibat perubahan musim dan tekanan lingkungan.

Bagi kelompok petani, pembibitan mangrove bukan hanya aktivitas lingkungan, tetapi juga ruang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Setiap tahapan, mulai dari pengumpulan propagul, proses pembibitan, perawatan harian, hingga pemantauan pertumbuhan, memberikan nilai ekonomis sekaligus membuka lapangan kerja berbasis kearifan lokal.

Pengalaman Langsung dari Anggota Kelompok Tani

Salah satu anggota kelompok tani, Moch. Toha, merasakan langsung dampak dari program ini. Sebagai nelayan pesisir, penghasilannya sangat bergantung pada cuaca. Saat gelombang tinggi dan angin kencang melanda, melaut bukan pilihan yang mutlak.

“Kalau melaut tidak selalu bisa setiap hari. Dengan pembibitan mangrove, kami tetap punya penghasilan. Hasilnya bisa membantu biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari. Kami merasa lebih tenang karena ada pekerjaan yang berkelanjutan,” ujar Toha sambil merawat bibit mangrove di persemaian, Jumat (9/1/2026).

Peran Penting dalam Peningkatan Kesejahteraan

Ketua Kelompok Kompak Mandiri Lestari, Shodiq Machfudz, menyebut bahwa program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan di antara kalangan petani pesisir.

“Kami merasa dipercaya dan dilibatkan sebagai mitra. Mangrove yang kami rawat bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan keluarga kami,” ucapnya.

Pendekatan Profesional dalam Pembibitan

TPS memastikan rangkaian proses penanaman, mulai dari pembibitan, dilakukan secara profesional dengan standar yang jelas. Pendampingan teknis diberikan untuk meningkatkan keterampilan petani. Pendekatan ini tidak hanya menjamin kualitas bibit, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa keberhasilan program mangrove diukur tidak hanya dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan juga perubahan nyata pada kehidupan masing-masing petani.

“Bagi TPS, keberlanjutan sejati adalah ketika lingkungan pulih dan masyarakatnya sejahtera. Kami ingin petani mangrove merasakan manfaat langsung dari program ini, memiliki pendapatan yang lebih baik, keterampilan yang meningkat, dan masa depan yang lebih pasti,” ujar Erika.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Selain berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi dan penyerap karbon biru, mangrove juga dapat menjadi sumber nilai ekonomi jangka panjang jika dikelola secara berkelanjutan. Program pembibitan ini membuka peluang bagi petani untuk terlibat dalam rantai nilai restorasi pesisir, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penjaga ekosistem dan pelaku ekonomi hijau.

Target dan Peluang Kolaborasi

Ditargetkan siap tanam pada April 2026, bibit mangrove hasil pembibitan tersebut akan didistribusikan untuk mendukung rehabilitasi di sepanjang kawasan pesisir Surabaya serta wilayah lain di Tanah Air yang membutuhkan. TPS juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang menempatkan petani mangrove sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program.

“Keberlanjutan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui pembibitan mangrove ini, TPS ingin menumbuhkan ekosistem yang sehat sekaligus ekonomi masyarakat pesisir yang lebih tangguh dan bermartabat,” pungkas Erika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *