"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Subulussalam Jadi Pilot Project SKPI Digital di Aceh, Ini Penjelasannya

Perguruan Tinggi di Subulussalam Jadi Pilot Project SKPI Digital

Perguruan tinggi di Kota Subulussalam, Aceh, ditetapkan sebagai pilot project penerapan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) Digital. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi kebutuhan zaman yang semakin dinamis dan memerlukan sistem pendidikan yang lebih efektif serta transparan.

Program SKPI Digital ini digagas oleh Sitti Fathir Rahmah melalui disertasinya, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Pemerintah Kota Subulussalam, Kopertais Wilayah V Aceh, serta sejumlah perguruan tinggi. Program ini dirasa sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini karena memberikan data yang terverifikasi secara daring, sehingga meningkatkan kredibilitas lulusan.

Inovasi dalam Sistem Akademik

SKPI Digital adalah dokumen resmi yang dikeluarkan perguruan tinggi untuk mendampingi ijazah. Dokumen ini mencakup capaian pembelajaran lulusan, kompetensi utama dan pendukung, pengalaman organisasi, prestasi, serta sertifikasi yang relevan dengan bidang keilmuan. Dengan adanya SKPI Digital, data tersebut disajikan secara terintegrasi, terdokumentasi, dan dapat diverifikasi secara daring, sehingga memudahkan dunia kerja dalam menilai kompetensi secara objektif.

Sekretaris Kopertais Wilayah V Aceh, Dr Bustami Abu Bakar, MA, menyampaikan bahwa gagasan proyek SKPI digital berasal dari mahasiswi doktoral Sitti Fathir Rahmah. Ia menilai inovasi ini sebagai terobosan luar biasa dalam sistem akademik perguruan tinggi. “Ini merupakan terobosan luar biasa dalam sistem akademik perguruan tinggi. SKPI Digital sangat penting dan adaptif dengan kebutuhan zaman,” ujar Bustami.

Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak

Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin (HRB) menyatakan dukungannya dalam penelitian dan pengembangan program SKPI Digital di daerahnya. Menurut HRB, SKPI memiliki potensi untuk diterapkan sebagai salah satu instrumen pendukung dalam proses rekrutmen tenaga honorer maupun karyawan di instansi pemerintah dan swasta. “SKPI lebih terpercaya karena dilegitimasi oleh perguruan tinggi, dibandingkan sertifikat lepas yang masih memerlukan proses verifikasi tambahan,” jelas HRB.

Selain dukungan dari Pemerintah Kota Subulussalam, penelitian dan pengembangan produk SKPI Digital ini juga telah mendapat support dari Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, MAg serta sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Aceh.

STIT Hamzah Fansuri sebagai Sampel Penelitian

Sitti Fathir Rahmah saat ini tercatat sebagai mahasiswi Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan. Dalam disertasinya, ia memilih STIT Hamzah Fansuri Kota Subulussalam sebagai sampel penelitian penerapan SKPI Digital, yang diproyeksikan sebagai role model perguruan tinggi di Aceh.

Ketua STIT Hamzah Fansuri, Syafnial Nasution, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. “Civitas akademika STIT Hamzah Fansuri sangat bangga atas terpilihnya sebagai pilot project. Kami siap berkontribusi menyukseskan penelitian ini dan yakin akan memberikan manfaat luas,” ujarnya.

Wisuda 65 Sarjana

Sementara itu Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri Kota Subulussalam, sukses menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda S1 Angkatan VI. Prosesi sakral ini berlangsung di Aula Hotel Hermes One, Sabtu (17/1/2026). Dalam sidang senat terbuka itu sebanyak 65 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana. Terdiri atas 40 wisudawan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 25 wisudawan dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Ketua Yayasan STIT Hamzah Fansuri, Ilyas, MA menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan birokrasi. “Kami berharap pemerintah terus mendukung demi kemajuan STIT Hamzah Fansuri Subulussalam,” ujar Ilyas.

Senada dengan itu, Ketua STIT HAFAS, Syafnial, MM, mengatakan kampusnya dapat menjadi mercusuar pendidikan di bumi Sada Kata. “Kampus ini dapat berkembang maju agar seluruh putra-putri Subulussalam dapat mengenyam pendidikan tanpa harus keluar daerah,” tegas Syafnial.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *