"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Tidak di Tondano, Almarhumah Florencia Lolita Wibisono Dimakamkan di Kampung Halaman Ibu

Pemakaman Almarhumah Florencia Wibisono

Pemakaman almarhumah Florencia Wibisono akan dilaksanakan hari ini, Sabtu (24/1/2026), dimulai pukul 12.00 Wita setelah ibadah pelepasan di rumah duka. Jenazah disemayamkan di Tondano, tepatnya di rumah ibunda di Kelurahan Taler, namun akan dimakamkan di Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa. Ibadah singkat juga digelar di lokasi pemakaman, dan diperkirakan banyak pelayat akan mengantar almarhumah hingga ke peristirahatan terakhir.

Hari ini, Sabtu (24/1/2026) almarhumah Florencia Wibisono akan dimakamkan. Dari informasi yang diterima, pemakaman Florencia akan dimulai pukul 12.00 Wita. Jenazah Florencia saat ini masih berada di rumah kediaman ibundanya di Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Namun ternyata Florencia tidak akan dimakamkan di Tondano. Hal itu diungkapkan oleh salah satu kerabat dari Florencia.

“Jenazah Florencia akan dikuburkan di kampung halaman ibundanya di Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa,” ujarnya, saat ditemui di rumah duka. Menurutnya, ibadah pelepasan janazah akan dilakukan di rumah duka setelah itu rombongan langsung menuju ke pekuburan. “Nanti di kubur akan ada ibadah singkat lagi,” ungkapnya. Menurutnya, akan banyak orang yang akan mengantar almarhumah ke pemakamannya. “Semoga hari ini cuaca baik supaya semua acara pemakaman bisa berjalan baik,” pungkasnya.

Kenangan dari Sang Kakak

Duka mendalam masih dirasakan keluarga atas kepergian Florencia Wibisono, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kakak kandung Florencia, Natasya Wibisono, mengenang adiknya sebagai sosok yang ceria, cerdas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain. “Olen itu pribadi yang ceria, dia anaknya suka membantu orang lain. Walaupun mungkin dia suka memaksakan diri, tapi dia selalu memikirkan orang lain,” ujar Natasya di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Jumat (23/1/2026).

Florencia juga dikenal sebagai pribadi yang pintar dan memiliki banyak teman. Hal tersebut terlihat dari banyaknya ungkapan belasungkawa dan kenangan yang dibagikan oleh rekan-rekannya di media sosial. “Dia pribadi yang pintar dan mungkin teman-teman juga bisa lihat dari komentar-komentar bagaimana hidupnya,” katanya.

Komunikasi Terakhir

Natasya juga menceritakan momen terakhir dirinya berkomunikasi dengan Florencia, sehari sebelum peristiwa kecelakaan terjadi. Saat itu, Florencia sempat melakukan panggilan video dengan dirinya. “Waktu itu saya kebetulan mau tugas ke Sibolga, pesawat saya delay. Dia tiba-tiba video call dan bilang dia lagi di Semarang untuk melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta,” ungkap Natasya. Saat itu Florencia tidak menyebutkan secara rinci tujuan penerbangan berikutnya. Hingga akhirnya, keluarga menerima kabar bahwa pesawat yang ditumpangi Florencia telah hilang kontak.

Suasana Rumah Duka

Rumah duka almarhum Florencia Wibisono di Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, terus didatangi pelayat, Jumat (23/1/2026) malam. Pihak keluarga pun menggelar ibadah pra pemakaman. “Malam ini kita buat ibadah pra pemakaman dengan jemaat,” ujar Nadia salah satu kerabat keluarga. Menurutnya, sejak pagi hingga malam banyak sekali orang yang datang untuk melihat Florencia yang terakhir kalinya. Bahkan teman-teman pramugarinya juga datang untuk melayat. “Florencia orang baik sehingga banyak yang datang,” ungkapnya.

Rencana Pemakaman

Florencia rencananya akan dimakamkan pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di Sulsel, Florencia Wibisono, telah tiba di Sulawesi Utara, Jumat (23/1/2026). Jenazah disambut tangis keluarga di Terminal Kargo Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Kakak kandung dan ipar korban, Natasya Wibisono dan Felix Agoes, beserta anaknya turut menjemput jenazah perempuan yang akrab disapa Olen ini. Mereka didampingi oleh Rabbi Yakov Baaruch. Natasya dan Felix tampak lebih tegar, sedangkan sejumlah anggota keluarga lainnya menangis hingga berteriak. Setibanya di terminal kargo, keluarga sempat mengadakan ibadah singkat. Natasya menyebut bahwa jenazah Florencia tidak akan langsung dimakamkan. Jenazah lebih dulu dibawa ke rumah duka di Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, untuk menjalani serangkaian ibadah. “Sampai di sana ada ibadah penyambutan, kemudian nanti malam akan ada ibadah penghiburan untuk keluarga,” ujar Natasya. Rangkaian prosesi akan dilanjutkan keesokan harinya dengan ibadah pelepasan sebelum jenazah dimakamkan. “Baru besok sekitar pukul 12.00 Wita ada ibadah pelepasan dan jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Ranomerut,” katanya. Jenazah Florencia sendiri ditemukan tak jauh dari bangkai pesawat. Beruntung jenazahnya masih utuh sehingga mudah diidentifikasi.

Sosok Florencia dalam Pandangan Sahabat

Florencia Wibisono menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh di wilayah antara Kabupaten Maros dan Pangkep, pada Sabtu (17/1/2025). Kepergian Florencia meninggalkan duka bagi keluarga termasuk teman-teman kelasnya semasa masih bersekolah. Tesa sahabat dekat Florencia mengungkapkan sosok sahabatnya itu semasa bersekolah di SMA Negeri 1 Tondano. Tesa mengungkapkan Florencia yang akrab disapa Olen sangat humble dan takut Tuhan. Bahkan pribadi yang friendly dan dewasa sehingga banyak orang sangat suka terhadapnya. “Dari postingan orang-orang bisa dilihat pribadinya seperti apa. Bahkan sampai orang tidak dekat pun bisa kenal Olen seperti apa. Dia baik sekali, friendly, hangat, super care, dewasa, gigih orangnya, terlebih sangat cinta Tuhan,” ungkapnya. Menurutnya, Florencia seorang pekerja keras dan selalu berusaha dengan apa yang ingin diraihnya. “Apa yg ingin dia capai, pasti dia akan berusaha sekali untuk capai itu,” ungkapnya. Tesa pun merasa kehilangan atas kepergian sahabat terbaiknya itu. “Sangat terpukul dan tidak percaya kalau Olen telah terbang jauh,” tandasnya. Dia berdoa semoga pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. “Kami turut berdukacita semoga keluarga diberikan kekuatan,” pungkasnya.

Pengalaman Profesional

Tiga Bulan Bertugas di Pesawat ATR 42-500

Sosok Florencia Lolita Wibisono dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan. Florencia atau Ollen, sapaan akrabnya, diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport. Informasi tersebut disampaikan oleh Ramos, anggota keluarga Florencia, saat ditemui di rumah orang tua korban di Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026). “Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos saat diwawancarai. Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air. “Kurang lebih 14 tahun dia di Lion Air,” ungkap Ramos. Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Olen juga dipercaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung. Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan kru junior. “Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” sambungnya. Hingga kini, pihak keluarga masih menantikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian dan penanganan insiden pesawat tersebut.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *