"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

20 Negara Bagian Darurat Akibat Badai Musim Dingin Ekstrem



New York City,

Badai musim dingin yang melanda dari New Mexico hingga North Carolina pada hari Sabtu (24/1/2026) menyebabkan hujan salju dan es di wilayah luas Amerika Serikat. Bencana alam ini membawa risiko pemadaman listrik, gangguan transportasi, serta suhu ekstrem yang mengancam puluhan juta penduduk.

Setelah menghancurkan kawasan barat daya dan tengah AS, sistem badai mulai bergerak ke wilayah Atlantik tengah dan timur laut yang padat penduduk. Sementara itu, massa udara dingin terus menyelimuti sebagian besar negara tersebut. Peringatan dari Badan Prakiraan Cuaca Nasional (NWS) menyebutkan bahwa dampak salju dan hujan es akan berlanjut hingga pekan depan. Kemungkinan pembekuan ulang bisa membuat permukaan jalan licin dan berbahaya bagi kendaraan maupun pejalan kaki.

Salju tebal tercatat di negara-negara bagian tengah seperti Kansas, Oklahoma, dan Missouri. Beberapa wilayah dilaporkan mengalami ketebalan salju hingga 20 sentimeter pada malam hari, menurut laporan NWS. Supermarket di beberapa kota dipadati pembeli yang bergegas membeli persediaan setelah NWS mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan salju lebat dan penumpukan es yang bisa berdampak bencana.

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, memperkirakan hingga 240 juta warga Amerika dapat terdampak oleh badai musim dingin ini. Sebanyak 20 negara bagian, termasuk Ibu Kota Washington DC, telah menetapkan status darurat. NWS melalui akun X menulis: “Anggap badai ini serius, kawan-kawan,” dengan memprediksi hamparan salju yang sangat panjang akan terbentuk dari Colorado hingga Maine.

Badai ini juga menyebabkan kekacauan pada sektor penerbangan. Lebih dari 4.000 penerbangan dibatalkan pada hari Sabtu, sementara jumlah serupa mengalami penundaan, berdasarkan data dari pelacak penerbangan FlightAware. Di Dallas, Texas—kota yang biasanya memiliki suhu sejuk pada Januari—hujan es turun disertai penurunan suhu hingga -6 derajat Celsius.

Pemerintah Negara Bagian Texas menyatakan sistem kelistrikan dalam kondisi lebih baik dibandingkan lima tahun lalu, ketika badai musim dingin menyebabkan pemadaman listrik massal yang berdampak pada jutaan warga. Namun demikian, lebih dari 160.000 pelanggan listrik dilaporkan mengalami pemadaman pada malam hari, terutama di Texas dan negara bagian tetangganya, Louisiana, menurut data dari poweroutage.us.

Di tengah situasi darurat, Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, meminta masyarakat untuk tetap waspada. “Jadilah bijak, tetap di rumah jika memungkinkan, jaga anggota keluarga Anda, periksa kondisi tetangga, dan patuhi instruksi dari pejabat setempat,” ujarnya dari markas FEMA di Washington.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah federal terus memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan negara-negara bagian yang terdampak. “Kami akan terus memantau, dan tetap berhubungan dengan semua Negara Bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman, dan tetap hangatkan diri!” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Fenomena Pusaran Kutub

Menurut para ahli meteorologi, sistem badai dahsyat ini disebabkan oleh gangguan pada pusaran kutub—area udara dingin bertekanan rendah di wilayah Arktik yang biasanya berbentuk sirkular, tetapi dalam kondisi tertentu bisa meluas dan mengirim udara dingin ekstrem ke wilayah Amerika Utara. Para ilmuwan menduga peningkatan frekuensi gangguan pusaran kutub kemungkinan berkaitan dengan perubahan iklim, meski topik tersebut masih menjadi bahan perdebatan di kalangan ilmuwan.

Namun, Trump mempertanyakan kaitan antara gelombang dingin ini dengan pemanasan global. “APA YANG TERJADI DENGAN PEMANASAN GLOBAL???” tulisnya di Truth Social, mengkritik narasi perubahan iklim yang kerap ia anggap berlebihan.

NWS mengingatkan, lapisan es tebal dapat menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan, kerusakan pohon meluas, dan kondisi jalan sangat berbahaya atau bahkan tidak dapat dilewati, terutama di negara-negara bagian yang tidak terbiasa menghadapi cuaca ekstrem seperti ini.

Cuaca Mengancam Jiwa

Gubernur New York Kathy Hochul juga mengeluarkan peringatan serius bagi warganya. “Lima atau enam menit di luar rumah benar-benar dapat membahayakan kesehatan Anda,” ujarnya. Hochul mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti melindungi pipa dari pembekuan, menggunakan pemanas dengan aman, dan memperhatikan kondisi tetangga yang rentan.

Otoritas cuaca memperkirakan, suhu dingin akibat angin dapat turun hingga -45° Celsius di wilayah Dataran Utara dan Midwest Atas. Kondisi tersebut bisa berlangsung selama satu minggu ke depan. Suhu ekstrem seperti itu dapat menyebabkan radang dingin hanya dalam hitungan menit, meningkatkan risiko keselamatan bagi warga yang tidak memiliki perlindungan memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *