Gubernur NTT Hadiri Panen Raya Budidaya Cabai di SMA Negeri 1 Kupang Timur
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, hadir dalam acara panen raya potensi lokal budidaya tanaman cabai di SMA Negeri 1 Kupang Timur, Jumat (23/1/2026) pagi. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang mengintegrasikan pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, serta Bupati Kupang, Yosef Lede. Turut hadir pula Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT Winston Rondo, Kepala BRMP NTT, Danramil 1604-02, Koordinator Pengawas SMA Kabupaten Kupang, para lurah, camat, kepala sekolah, guru, serta ratusan siswa SMAN 1 Kupang Timur.
Program Pembelajaran Berbasis Proyek
Panen raya ini menjadi implementasi dari program pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan untuk memperkuat keterampilan siswa melalui praktik langsung. Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses budidaya tanaman cabai. Hal ini membantu meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya pertanian dan pemberdayaan ekonomi.
Gubernur NTT menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Kupang dapat menjadi pusat produksi pertanian yang serius. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lokal, seperti wilayah Amarasi dan Oesao yang dikenal memiliki tanah subur.
Anggaran dan Pendapatan yang Menguntungkan
Data yang disampaikan oleh pihak sekolah menyebutkan bahwa pengelolaan lahan cabai menggunakan anggaran sekitar Rp35 juta, dengan estimasi pendapatan mencapai Rp150 juta. Panen dilakukan setiap minggu dan hasil produksi dijual ke pasar dengan harga sekitar Rp55 ribu per kilogram.
Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras kepala sekolah yang mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari anggaran yang digunakan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, serta TNI-Polri akan menghasilkan keuntungan bersama, baik bagi sekolah, daerah, maupun masyarakat.
Inisiatif Bupati Kupang
Bupati Kupang, Yosef Lede, menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini menjadi contoh nyata bahwa sekolah dan peserta didik mampu memberikan kontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Saat ini, terdapat sekitar 3.600 pohon cabai yang ditanam pada 36 bedeng, dengan luas lahan yang baru dimanfaatkan sekitar 2.000 meter persegi dari total lahan sekolah seluas 1,5 hektare.
Untuk memaksimalkan lahan yang masih kosong, Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Amin Juariah, agar segera memberikan dukungan. Ia meminta agar alat berat dipinjam dan semua lahan yang bisa dimaksimalkan segera ditanami.
Selain itu, Bupati mengeluarkan instruksi program “Satu Siswa Satu Pohon” bagi seluruh siswa di Kabupaten Kupang, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Setiap siswa wajib menanam satu pohon untuk menumbuhkan cinta lingkungan dan mendukung program ketahanan pangan serta MBG (Makan Bergizi Gratis).
Harapan Kepala Sekolah
Kepala SMAN 1 Kupang Timur, Selfina Sunbanu, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa program tanam cabai ini merupakan bagian dari pembelajaran karakter dan kemandirian siswa. Ia berharap program tersebut terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah agar seluruh lahan sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif.
Di akhir kegiatan, Bupati Kupang memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan siswa atas kerja keras mereka, seraya berharap program serupa dapat ditiru oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kupang.











