"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

BPS: Penduduk IKN Nusantara Tembus 147.430 Jiwa, Mayoritas GenZ dan Milenial



JAKARTA,

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah penduduk yang tinggal di wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga 2025 mencapai 147.430 jiwa. Jumlah ini setara dengan 43.293 rumah tangga. Data tersebut diperoleh dari hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) 2025 yang dilakukan oleh 856 petugas pencacah lapangan. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasant, menjelaskan bahwa data ini menunjukkan kondisi demografi IKN yang dinamis dan memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan kota baru.

Komposisi Penduduk IKN

Dari total sekitar 147.430 jiwa penduduk IKN, mayoritas merupakan generasi Z dan generasi milenial. Kedua kelompok usia ini secara keseluruhan mencakup lebih dari setengah populasi IKN. Komposisi ini mencerminkan besarnya potensi penduduk usia produktif yang dimiliki IKN untuk menopang pembangunan kota baru yang modern, dinamis, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Lebih lanjut, berdasarkan kelompok umur, penduduk IKN pada 2025 didominasi oleh usia produktif antara 15-64 tahun dengan proporsi mencapai 67,91 persen. Dengan komposisi tersebut, rasio ketergantungan penduduk IKN tercatat sebesar 47,25. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 47-48 penduduk usia non-produktif. Angka ini menunjukkan bahwa IKN berada dalam fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non-produktif.

Sebaran Wilayah dan Mobilitas Penduduk

Dari sisi sebaran wilayah, konsentrasi penduduk tertinggi berada di Desa Samboja Kuala, Desa Muara Jawa Ulu, Desa Muara Jawa Pesisir, dan Desa Telemow. Kepadatan penduduk di wilayah tersebut tercatat lebih dari 400 jiwa per kilometer persegi. Kawasan itu menjadi pusat aktivitas penduduk dan dinilai dapat menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar serta pembangunan infrastruktur IKN ke depan.

Mobilitas penduduk di IKN tergolong tinggi. Sebagai kawasan yang ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan baru, migrasi masuk ke IKN tercatat cukup besar. Pada 2025, sekitar empat dari sepuluh penduduk IKN merupakan migran seumur hidup, yakni penduduk yang lahir di luar wilayah IKN. Selain itu, sekitar 6 persen penduduk IKN merupakan migran recent, yaitu penduduk yang lima tahun lalu masih tinggal di luar wilayah IKN dan baru pindah ke kawasan IKN dalam kurun waktu kurang dari lima tahun.

Latar Belakang dan Perilaku Penduduk

Berdasarkan daerah asal, migran seumur hidup di IKN paling banyak berasal dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Sementara itu, migran recent didominasi oleh penduduk dari Kalimantan Timur, disusul Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Dari sisi pendidikan, BPS mencatat hampir 7 persen penduduk IKN pada 2025 telah menamatkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Dalam aspek penggunaan bahasa, hampir 20 persen penduduk usia lima tahun ke atas masih menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kondisi Perumahan

Untuk kondisi perumahan, mayoritas rumah tangga di IKN tercatat menggunakan atap seng, dengan proporsi mencapai 89,54 persen. Penggunaan lantai keramik sebesar 46,89 persen, sementara rumah tangga dengan dinding tembok menyentuh 60,34 persen.

Indikator Fertilitas dan Mortalitas

Dari sisi fertilitas, total fertility rate (TFR) di IKN pada 2025 tercatat sebesar 2,14. Angka ini menunjukkan perempuan di IKN selama masa reproduksinya rata-rata melahirkan dua hingga tiga anak, dan sudah mendekati replacement level atau tingkat kelahiran yang dibutuhkan. Puncak angka kelahiran tertinggi berada pada kelompok perempuan usia 25-29 tahun, dengan sekitar 126 hingga 127 kelahiran hidup per 1.000 perempuan pada kelompok usia tersebut.

Sementara itu, dari sisi mortalitas, angka kematian bayi di IKN sebesar 14,16 persen, yang berarti terdapat sekitar 14-15 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu di IKN tercatat sebesar 143, berarti terdapat 143 kematian perempuan pada masa kehamilan, persalinan, atau nifas per 100.000 kelahiran hidup.

Jenis Kelamin dan Potensi Penduduk

Dari sisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki di IKN tercatat lebih banyak dibandingkan perempuan. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh masih banyaknya pekerja konstruksi dan pembangunan yang datang ke wilayah IKN. Hal ini juga mencerminkan karakteristik penduduk IKN yang sedang dalam proses pembangunan dan perkembangan pesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *