Pengakuan atas Dedikasi Pegawai Paruh Waktu di Palembang
Pada Senin (22/12/2025), sebanyak 2.037 pegawai paruh waktu resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Acara pelantikan ini berlangsung di halaman rumah dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Kambang Iwak, dan menjadi momen penting dalam sejarah pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.
Dari jumlah tersebut, dua sosok yang sangat menginspirasi adalah Syamsiah Kurniati (52) dan Karin alias Parin (56). Mereka adalah penyapu jalan dan sopir mobil sampah yang telah lama bekerja sebagai pegawai harian lepas (PHL) sebelum akhirnya resmi diangkat menjadi PPPK. Kedua orang ini tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka setelah menerima pengakuan atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertahun-tahun.
Perjalanan Panjang Syamsiah dan Parin
Syamsiah Kurniati sudah mengabdikan dirinya sebagai penyapu jalanan selama 18 tahun. Dalam kesehariannya, ia mulai bekerja dari jam 5 pagi hingga menjelang sore hari. Meskipun penghasilannya terbatas, ia tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, ia harus menghidupi dua orang anak dengan penghasilan pas-pasan, namun tidak pernah surut dalam pengabdiannya.
Sementara itu, Karin alias Parin telah mengemudikan mobil angkutan sampah selama 20 tahun. Ia sering kali bekerja dari dini hari hingga larut malam, menghadapi tantangan seperti kendaraan yang tidak selalu layak dan kondisi jalan yang berbeda-beda. Meski begitu, ia tetap setia menjalankan tugasnya tanpa mengeluh. Anak-anaknya kini sudah berkeluarga, dan istri Parin mengurus rumah. Ia bekerja untuk keluarganya dan juga untuk kota Palembang.
Pesan dan Harapan dari Wali Kota Palembang
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan kekagumannya pada kedua sosok tersebut. Ia menekankan bahwa kisah Syamsiah dan Parin hanya dua dari ribuan kisah luar biasa yang dimiliki para PPPK paruh waktu. Menurutnya, mereka adalah wajah-wajah pengabdian yang selama ini mungkin tidak terlihat, namun memiliki peran vital dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik.
Ratu Dewa juga memberikan nasihat penting kepada para PPPK baru. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan yang diraih bukan hanya hasil jerih payah individu, tetapi juga doa dari orang tua, suami-istri, dan anak-anak. Ia meminta agar para pegawai tetap rendah hati dan menjaga etika serta perilaku dalam bekerja.
Selain itu, Ratu Dewa menyampaikan empati mendalam pada perjuangan para PPPK. Ia memahami bahwa honor yang diterima sering kali tidak sebanding dengan perjuangan mereka, terutama dalam menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak. Ia meminta kepada para kepala dinas untuk memperlakukan PPPK dengan baik, sama seperti PNS, dan menjaga solidaritas antar sesama pegawai.
Keberagaman Latar Belakang PPPK Paruh Waktu
Para PPPK paruh waktu yang dilantik berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari petugas kebersihan, sopir, hingga tenaga teknis lainnya. Pelantikan ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras dan loyalitas mereka dalam menjaga pelayanan publik di Kota Palembang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang, M. Yanuarpan, turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa menjadi PPPK paruh waktu bukan sekadar status administratif, melainkan panggilan pengabdian. Ia juga mengingatkan agar para pegawai yang baru dilantik senantiasa menjaga etika dan profesionalisme dalam bekerja.
Harapan untuk Masa Depan
Harapan terakhir dari Wali Kota Palembang adalah agar semua PPPK baru bersyukur dan mengemban amanah dengan baik. Ia berharap pelantikan ini menjadi bukti bahwa pemerintah memberikan kesejahteraan bagi pekerja di lingkungan Pemkot Palembang. Selain itu, ia menegaskan bahwa setiap tugas yang dijalankan, sekecil apa pun, adalah bagian dari pelayanan publik dan wujud cinta kepada Kota Palembang.











