Antusiasme Warga Cirebon Timur Menyambut Kepulangan Dede April
Jalanan kecil pinggir sawah di Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, yang biasanya sepi tiba-tiba berubah menjadi lautan kendaraan. Hal ini terjadi karena antusiasme ribuan warga yang ingin menyaksikan konser Dede April, juara ketiga kontes Dangdut Academy (DA) 7. Konser yang digelar di Pabedilan, Cirebon Timur, membuat kemacetan tidak hanya terjadi di jalan utama, tetapi juga merembet ke jalur-jalur tikus yang biasa digunakan warga.
Sejak Jumat (2/1/2026) siang, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Panjaitan tersendat dari dua arah. Kendaraan dari Ciledug menuju Losari maupun sebaliknya saling bertemu di jalur sempit menuju lokasi konser di Lapangan Sepak Bola Pasuruan. Panjang antrean kendaraan mencapai sekitar dua kilometer, dan laju kendaraan hanya bisa bergerak merayap.
Sepeda motor dan mobil pribadi mendominasi kepadatan, sebagian besar hendak menuju lokasi konser. Sejumlah pengendara motor memilih putar balik, sementara pengemudi mobil tampak bertahan di jalur utama sambil menunggu arus kembali bergerak. Kemacetan mulai terasa sejak tikungan Desa Dukuh Widara, di mana arus kendaraan dari dua arah saling bertemu, membuat ruang gerak semakin sempit dan memicu penumpukan panjang.
Situasi semakin padat di pertigaan Desa Pasuruan arah lapangan bola, pusat keramaian konser April. Tidak hanya jalan utama, kemacetan juga merembet ke gang-gang kecil dan jalan alternatif pinggir sawah. Jalur yang biasanya menjadi andalan warga untuk menghindari kepadatan justru ikut tersumbat.
“Macet parah, putar balik saja Mas,” teriak seorang pengendara sepeda motor sambil memberi isyarat kepada pengendara lain agar tidak memaksakan diri melaju, Jumat (2/1/2026). Rudi (45), pengendara motor asal Cirebon, mengaku tak menyangka kemacetan akan separah itu. Ia akhirnya memilih mengubah rute perjalanan.
“Saya mau ke Losari, tapi jalannya merayap. Jadi cari jalan lain saja,” ucap Rudi. Warga setempat pun ikut turun tangan. Asep (38), warga Desa Dukuh Widara, tampak membantu mengarahkan kendaraan di jalur alternatif. Menurutnya, kepadatan sudah terjadi sejak siang hari.
“Dari sini ke lapangan sekitar satu kilometer, tapi macetnya panjang,” kata Asep. Hingga sore hari sekira pukul 17.00 WIB, arus lalu lintas di Jalan Panjaitan dan sejumlah jalur alternatif di Kecamatan Pabedilan masih terpantau padat. Pengendara diimbau menghindari jalur menuju lokasi konser dan memilih rute lain.
Kemacetan panjang ini tak lepas dari euforia kepulangan Dede April ke kampung halamannya. Sejak pagi, wilayah Cirebon Timur telah dipadati warga yang ingin menyambut juara tiga Dangdut Academy 7 tersebut. Warga dari berbagai usia rela menunggu berjam-jam di pinggir jalan demi melihat langsung sang idola.
Keramaian terlihat di berbagai titik, mulai dari pintu keluar Tol Ciledug, Perempatan Babakan Losari–Ciledug, Balai Desa Kalibuntu, hingga menuju Lapangan Desa Pasuruan dan rumah April di Blok Kesungka, Desa Kalibuntu. “Saya sengaja datang dari pagi nemenin istri. Bangga, Dede April sudah membawa nama Cirebon Timur,” ujar Wawan (38), warga yang ditemui di sekitar pintu keluar Tol Ciledug.
Antusiasme serupa dirasakan Yati (42), warga Desa Kalibuntu. Ia datang bersama keluarga sejak pagi hari. “Senang sekali akhirnya bisa lihat langsung. Dede April kebanggaan warga sini,” ucapnya. Konser April sendiri dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari. Ribuan penonton memadati Lapangan Sepak Bola Pasuruan hingga area sekitar berubah seperti lautan manusia.
Selain April, sejumlah artis Pantura turut memeriahkan panggung hiburan. Meski menimbulkan kemacetan panjang, euforia warga berlangsung tertib dan kondusif. Kehadiran April tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan rasa bangga dan kebersamaan bagi masyarakat Cirebon Timur.











