Kunjungan Wisatawan ke Jateng Naik Tipis Selama Nataru 2025/2026
Selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah mengalami kenaikan tipis dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng mencatat bahwa selama periode 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, sebanyak 3,89 juta wisatawan mengunjungi provinsi ini.
Angka tersebut meningkat sebesar 1,8 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada periode yang sama di tahun 2024/2025, yang tercatat sebanyak 3,82 juta. Kepala Disporapar Jateng, Muhamad Masrofi, menyampaikan bahwa kenaikan ini mencerminkan peningkatan minat wisatawan terhadap destinasi wisata di Jawa Tengah.
Masrofi membantah dugaan bahwa kenaikan jumlah kunjungan itu disebabkan oleh larangan pesta kembang api. Menurutnya, pelarangan tersebut hanya mengubah pola perayaan tahun baru, tetapi tidak menghentikan pergerakan pariwisata. Contohnya, Simpanglima Kota Semarang tetap ramai meskipun tidak ada perayaan kembang api, melainkan diganti dengan doa bersama.
“Jadi keramaian kota tetap hidup lewat format alternatif yang lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, Masrofi sepakat bahwa terdapat perbedaan jumlah wisatawan saat Natal dan Tahun Baru. Ia menilai bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Jateng lebih tinggi saat momen liburan Natal karena adanya cuti bersama. Sebaliknya, malam Tahun Baru tidak ada cuti bersama, sehingga pengunjung hotel sedikit menurun. Namun, penurunan tersebut tidak signifikan.
Ia memprediksi bahwa jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat hingga Minggu (4/1), dengan estimasi mencapai angka 4,3 juta hingga 4,5 juta wisatawan. “Jumlah wisatawan belum final, masih menunggu sampai akhir pekan,” tukasnya.
Destinasi Wisata Favorit Selama Nataru
Disporapar Jateng mencatat 10 tempat wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama liburan Nataru 2025/2026. Mayoritas dari destinasi ini didominasi oleh wisata religi dan sejarah.
Berikut adalah daftar 10 destinasi wisata favorit di Jateng:
- Kota Lama Semarang: 461.197 orang
- Masjid Agung Demak: 298.315 orang
- Makam Sunan Kalijaga Demak: 272.368 orang
- Taman Wisata Candi Prambanan Klaten: 232.983 orang
- Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta: 167.524 orang
- Candi Borobudur Magelang: 146.860 orang
- Kawasan Dieng Banjarnegara: 136.643 orang
- Pantai Karangjahe Rembang: 111.171 orang
- Gedung Lawang Sewu Kota Semarang: 108.522 orang
- Owabong Water Park Purbalingga: 113.467 orang
Kota yang paling banyak dikunjungi adalah Kota Semarang dengan jumlah 677.982 orang, disusul Klaten (562.906 orang), Demak (523.525 orang), Rembang (334.271 orang), dan Surakarta (300.751 orang).
Masrofi menjelaskan bahwa destinasi wisata tersebut menjadi favorit karena pengelolaan yang baik dan daya tarik masing-masing lokasi. Contohnya, Kota Lama Semarang menawarkan akses gratis bagi pengunjung, sementara biaya parkir dan layanan tambahan seperti foto dan pameran dapat dikenakan.
Upaya Peningkatan Kunjungan Wisata
Peningkatan kunjungan wisata tidak lepas dari imbauan kepada para pengusaha pariwisata untuk memberikan pelayanan prima. Hal ini mencakup akomodasi, transportasi, makanan, minuman, dan daya tarik wisata. Selain itu, pengusaha juga diminta melakukan pembenahan terhadap lokasi destinasi wisata serta menyelenggarakan event di berbagai usaha pariwisata.
Masrofi menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha pariwisata dan asosiasi hotel dalam memberikan promosi wisata. “Semua kerja kolaborasi,” paparnya.
Destinasi Baru yang Menarik Perhatian Wisatawan
Selain 10 destinasi utama, ada beberapa tempat wisata baru yang mulai menyedot perhatian wisatawan. Salah satunya adalah Benteng Fort Willem I, atau lebih dikenal sebagai Benteng Pendem Ambarawa, Kabupaten Semarang. Meski belum memiliki data lengkap mengenai jumlah kunjungan, Masrofi menyatakan bahwa pihaknya terus mempromosikan objek wisata tersebut agar semakin diminati.











