"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Persija Akan Gunakan Rantis Menuju GBLA Hadapi Persib

Persija Jakarta Siap Gunakan Rantis untuk Laga Lawan Persib Bandung

Tim Persija Jakarta akan menggunakan kendaraan taktis atau rantis saat menuju Stadion GBLA, Kota Bandung, pada Minggu (11/1/2026), dalam pertandingan melawan Persib Bandung. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan para pemain, pelatih, dan official Persija Jakarta menghadapi laga besar di akhir putaran pertama Super League.

Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, membenarkan bahwa tim tamu akan menggunakan lima unit rantis. Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai tindakan antisipatif terhadap potensi ancaman yang mungkin terjadi.

“Ya, pakai rantis. Dari hasil rapat terakhir, memang kemungkinan akan ada lima unit rantis,” ujar Adhitia di Padel Plus, Kota Bandung. Ia menambahkan bahwa kepolisian selalu berpikir secara waspada, sehingga pihaknya memilih untuk bersiap lebih dini.

Masalah Calo Tiket yang Masih Menghantui

Masalah calo tiket tetap menjadi perhatian utama setiap kali laga besar antara Persib Bandung dan tim-tim besar seperti Persija Jakarta digelar. Meski tiket kini dijual secara online, banyak Bobotoh masih mencari tiket melalui jalur tidak resmi.

Menurut Adhitia, pihaknya merasa bingung dengan adanya calo yang menjual tiket meskipun tiket belum dicetak. “Kalau banyak calo yang jualan, tapi kami belum cetak, jadi jualan apa mereka. Biasanya tiket baru dicetak H-1, dini hari baru sampai kantor,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa beberapa pihak mencoba memperkeruh suasana dengan membuat website bodong atau mengintegrasikan sistem pembayaran ilegal. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk memanfaatkan situasi laga besar demi keuntungan pribadi.

Upaya Meminimalisir Praktik Calo

Meski tidak bisa menghilangkan 100 persen calo, pihak Persib Bandung berupaya meminimalisir praktik tersebut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem tiket online yang hanya bisa dibeli dengan satu KTP, satu ID, dan satu tiket.

“Kami akan naif kalau bilang calo hilang 100 persen, yang bisa hilang hanya meminimalisir,” ujar Adhitia. Ia menambahkan bahwa sistem hanya membantu menutup celah, tetapi kembali kepada perilaku masing-masing penggemar.

Contoh yang disampaikannya adalah jika ada 100 orang yang menjadi calo, mereka bisa membuat grup dengan KTP dan email valid untuk memesan tiket. Setelah itu, tiket dikumpulkan dan dijual kembali oleh satu orang.

Pengawasan Ketat di Sekitar Stadion

Pihak Persib Bandung juga akan melakukan pengawasan ketat di sekitar Stadion GBLA pada hari pertandingan. Tim CS (Customer Service) akan menyisir area sekitar untuk mencari calo atau penjualan tiket palsu.

“Ada dua kemungkinan, apakah itu benar calo, atau jualan tiket palsu,” ujar Adhitia. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara penggemar dan pihak klub untuk memberikan informasi jika menemukan aktivitas ilegal.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jika ditemukan calo yang menjual tiket dalam jumlah besar, mereka akan dibawa untuk diinterogasi guna mengetahui sumber dari tiket tersebut.

Komitmen untuk Menyelesaikan Masalah Calo

Adhitia menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk menyelesaikan masalah calo. “Kami akan coba tangkap, dan intrograsi, dan itu salah satu komitmen kita lah membantu menyelesaikan masalah calo ini,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah yang diambil, pihak Persib Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan fair bagi semua penggemar sepak bola, khususnya dalam laga besar melawan Persija Jakarta.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *