"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

3 Berita Terkini Sumbar: Nenek Saudah Alami Trauma Setelah Menolak PETI, Polisi Selidiki Kasus Bayi Agam

Nenek Saudah Trauma Berat Usai Menolak Tambang Ilegal Pasaman, Keluarga Minta Tangkap Semua Pelaku

Nenek Saudah (67), seorang lansia yang menjadi korban pengeroyokan setelah menolak aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Pasaman, masih mengalami trauma berat. Kondisinya hingga kini belum pulih sepenuhnya, dengan keluhan pusing dan ketakutan terhadap orang banyak.

Aspar, ponakan Nenek Saudah, menyampaikan bahwa kondisi bibinya masih tidak stabil. “Kepala masih sering pusing,” ujarnya. Selain itu, ia juga masih merasa takut bertemu orang banyak akibat trauma pascakejadian. “Masih takut ketemu orang banyak. Trauma masih ada,” ungkapnya.

Pihak keluarga berharap Nenek Saudah dapat segera pulih dan kembali sehat seperti sedia kala. “Kami berharap orang tua kami cepat sembuh dan sehat seperti semula,” kata Aspar. Selain pemulihan kesehatan, keluarga juga meminta aparat penegak hukum menuntaskan kasus penganiayaan tersebut. “Kami minta polisi mengusut dan menyelesaikan kasus ini setuntas-tuntasnya,” tegasnya.

Kunjungan Andre Rosiade

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryana mengunjungi Nenek Saudah di kediamannya, Minggu sore. Kunjungan tersebut menjadi bentuk kehadiran negara terhadap lansia yang menjadi korban kekerasan setelah menolak aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

Rumah Nenek Saudah berada sekitar 55 kilometer dari Kantor Bupati Pasaman. Dalam kunjungan itu, Andre Rosiade didampingi Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak, Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunte, Ketua DPRD Pasaman Nelfri Affandi, Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat, serta sejumlah pejabat daerah dan aparat kepolisian.

Saat rombongan tiba, Nenek Saudah tampak terbaring di atas kasur yang diletakkan di ruang tamu rumah semi permanen milik keluarganya. Ia kemudian terbangun dan duduk untuk menyambut kedatangan para pejabat. Pantauan menunjukkan wajah Nenek Saudah masih terlihat memar dengan bekas jahitan luka yang jelas tampak. Beberapa kali ia mengusap air mata saat mendengarkan dukungan yang disampaikan Andre Rosiade dan Kapolda Sumbar.

Dalam pertemuan itu, Andre memberikan penguatan moril kepada Nenek Saudah dan keluarganya. Ia menegaskan negara tidak boleh kalah oleh kekerasan dan intimidasi, terlebih terhadap warga yang berjuang mempertahankan lingkungan dari praktik tambang ilegal. “Negara hadir dan tidak akan membiarkan kekerasan terhadap warga yang menolak tambang ilegal. Nenek tidak sendirian di sini,” tegas Andre.

Andre juga memastikan seluruh pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan meminta Nenek Saudah tidak lagi merasa takut. “Nek, kami semua mendukung perjuangan Nenek. Tidak usah khawatir. Semua yang melakukan pemukulan akan diproses. Negara hadir melindungi,” ujarnya.

Dapat Bantuan

Dalam kesempatan tersebut, Andre juga menyerahkan bantuan untuk kebutuhan pengobatan dan keperluan harian korban. Ia berharap Nenek Saudah dapat fokus pada pemulihan kesehatan. “Nenek fokus saja sembuh. Negara hadir dan akan melindungi,” pungkas Andre.

Pengamanan Maksimal

Untuk menjamin keamanan korban pascakejadian, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryana menginstruksikan pengamanan maksimal di kediaman Nenek Saudah. Ia memerintahkan Kapolres Pasaman menempatkan personel kepolisian secara rutin. “Kami siap mengawal keamanan Nenek Saudah. Saya perintahkan satu personel Bhabinkamtibmas berjaga setiap hari di rumah ini,” kata Gatot.

Selain pengamanan, Kapolda juga menekankan pentingnya pemulihan kondisi fisik dan psikologis korban. Ia meminta agar Nenek Saudah mendapatkan perhatian penuh dan dijauhkan dari segala bentuk tekanan. “Saya minta Nenek dibuat senang dan nyaman. Saya ingin Nenek cepat sembuh. Kalau ada yang mengganggu, laporkan langsung,” ujarnya.

Kapolda juga memastikan kesiapan Polri dalam memberikan pelayanan kesehatan maksimal. Jika diperlukan perawatan lanjutan, Nenek Saudah akan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. “Kalau memang perlu dirawat lebih lanjut, kita bawa ke Padang. Dokter akan melakukan pemantauan rutin,” tegasnya.

Terkait penegakan hukum, Irjen Gatot mengungkapkan dari empat terduga pelaku pengeroyokan, satu orang telah diamankan, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran. “Kami tidak akan berhenti. Pelaku lainnya akan kami kejar dan proses hukum akan berjalan sampai tuntas,” ujarnya.

Bupati Pasaman Welly Suhery mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap kasus tersebut. Ia menegaskan kekerasan akibat konflik tambang ilegal tidak boleh dibiarkan terjadi di Pasaman. “Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Andre dan Pak Kapolda. Kasus ini harus diusut tuntas agar menjadi pelajaran dan tidak terulang,” kata Welly.

Sementara itu, Asparuddin, anak Nenek Saudah, turut menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada keluarganya. “Kami sangat berterima kasih. Orang tua kami hanya ingin mempertahankan lingkungan dari tambang ilegal. Kami mohon keadilan ditegakkan,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *