Informasi Terkini Gempa Bumi di Kabupaten Blitar
BMKG baru saja melaporkan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 2.6 yang terjadi pada hari Minggu, 1 Februari 2026 pukul 06:04 WIB. Gempa ini berpusat sejauh 83 km tenggara Kabupaten Blitar, dengan kedalaman sekitar 79 km. Lokasi gempa tersebut memiliki koordinat 8.88LS dan 112.25BT.
Kabupaten Blitar terletak di Provinsi Jawa Timur, dengan ibu kota pemerintahan di Kecamatan Kanigoro. Jarak antara Kabupaten Blitar dengan Surabaya, ibu kota Jawa Timur, adalah sekitar 177 km, dengan waktu tempuh darat sekitar 3–3,5 jam.
BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas dalam bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, hingga kualitas udara. Selain itu, BMKG juga memberikan informasi penting seperti peringatan dini cuaca ekstrem, potensi bencana alam, dan data iklim yang sangat berguna bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.
Dalam rilis terbaru, BMKG menyampaikan bahwa gempa yang terjadi di tenggara Kabupaten Blitar memiliki magnitudo 2.6. Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan dari pusat gempa (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw).
Gempa ini terjadi pada pukul 06:04:04 WIB pagi ini. Informasi mengenai lokasi dan kedalaman gempa dapat dilihat di laman X resmi BMKG di @infoBMKG. Dalam rilis tersebut, BMKG menulis:
“#Gempa Mag:2.6, 01-Feb-2026 06:04:04WIB, Lok:8.88LS, 112.25BT (83 km Tenggara KAB-BLITAR-JATIM), Kedlmn:79 Km #BMKG
Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
BMKG juga memberikan informasi tentang skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk mengukur intensitas gempa berdasarkan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan. Berikut penjelasan mengenai beberapa tingkat MMI:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.











