"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Dedi Mulyadi Marah, Suderajat Terindikasi Disabilitas, Camat Jelaskan

Penjelasan Resmi Mengenai Kondisi Suderajat

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi sebenarnya dari Suderajat setelah kasusnya viral di media sosial. Wilayah tempat tinggal Suderajat berada di bawah kewenangan Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Suderajat sempat bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pertemuan tersebut, Suderajat menuai sorotan karena dianggap memberikan keterangan yang tidak konsisten. Ia disebut mengaku tinggal di kontrakan, padahal belakangan diketahui memiliki rumah sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Tenny Ramdhani menegaskan bahwa informasi tersebut perlu dilihat secara utuh. Menurut Tenny, Suderajat memang memiliki rumah pribadi. Namun, rumah tersebut dalam kondisi rusak dan tengah menjalani rehabilitasi. Perbaikan rumah dilakukan melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu dari pemerintah daerah.

Selama proses rehabilitasi berlangsung, Suderajat dan keluarganya terpaksa tinggal sementara di rumah kontrakan. Tenny menyampaikan hasil asesmen resmi terkait kondisi ekonomi Suderajat. “Dari hasil asesmen, Pak Suderajat sebagai warga kategori miskin. Dia memang punya rumah sendiri. Tapi saat ini rumahnya rusak dan sedang diperbaiki oleh Pemkab melalui program Rutilahu itu, sehingga dia tinggal sementara di kontrakan,” ujar Tenny kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan rumah tersebut sudah dimulai sejak Desember 2025. Selain rusak, rumah Suderajat juga sempat roboh akibat hujan deras dan angin kencang di awal tahun. Sejak kejadian itu, Suderajat bersama keluarganya tidak lagi menempati rumah tersebut.

Tenny menilai polemik yang berkembang muncul akibat informasi yang terpotong-potong. Status tinggal di kontrakan kemudian disalahartikan sebagai kebohongan tanpa melihat konteks rehabilitasi rumah. Di tengah berbagai tudingan dan cemoohan publik, hasil asesmen lintas instansi justru menemukan kondisi lain pada Suderajat.

Tenny menyebut adanya indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma. “Lalu kemudian terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya (Dedi Mulyadi dalam video) selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi verbal keduanya memang terbatas. “Apalagi kondisi istrinya bahkan terlihat lebih parah,” ungkapnya. Pemerintah kecamatan berharap penjelasan ini dapat menghentikan spekulasi publik dan mengembalikan persoalan Suderaja pada konteks sebenarnya, yakni penanganan warga kurang mampu melalui program perbaikan rumah yang sedang berjalan.

Kebohongan Suderajat

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti sikap pedagang es gabus, Ajat Suderajat, yang sempat viral setelah dituduh menjual es berbahan spons. Dedi mengungkap tiga pernyataan Suderajat yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Hal itu terungkap saat Dedi bertemu kembali dengan Ajat Suderajat dan Ketua RW setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi mengaku menemukan sejumlah keterangan Suderajat yang berbeda dari penjelasan Ketua RW.

Bohong soal pendidikan anak

Suderajat sebelumnya menyebut anaknya bersekolah di SD negeri. Namun, menurut Dedi, sekolah anak Suderajat ternyata sekolah swasta. “Anaknya yang SD swasta, kata babe kemaren sekolahnya negeri. Ini (yang bener) sekolahnya swasta. Aku kan ngomong sama babeh ini, itu sekolah pasti swasta enggak mungkin bayaran. Sekolahnya swasta makanya bayar,” ujar Dedi Mulyadi seperti dikutip dari YouTube-nya pada Kamis (29/1/2026). Namun, Dedi mengatakan semestinya anak Suderajat tak perlu membayar iuran meskipun mengenyam pendidikan di sekolah swasta. Ia pun berencana akan mengecek ke pemerintah Kabupaten Bogor jika memang masih dimintai iuran oleh pihak sekolah.

Bohong soal status rumah

Suderajat sebelumnya mengaku mengontrak rumah selama bertahun-tahun. Namun, pengakuan Suderajat dibantah oleh Ketua RW setempat. “Sebenarnya orang tuanya (Suderajat) beliin rumah tahun 2007. Setelah dibelikan, dia tinggal bersama istrinya dan ketiga anaknya saat itu,” kata Ketua RW seperti dikutip dari YouTube Dedi Mulyadi pada Kamis (29/1/2026). Mendengar penjelasan Ketua RW, Dedi langsung menegur Suderajat karena dianggap tidak jujur. “Babe bilangnya ngontrak, bohong sih. Kenapa sih be bohong terus,” katanya. Suderajat pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Bohong soal warisan

Selain itu, Suderajat juga mengaku hanya mendapatkan warisan sebesar Rp 200 ribu dari orang tuanya. Akan tetapi, Dedi menilai pernyataan itu tidak sesuai fakta lantaran orang tua Suderajat sudah membelikan rumah sejak 2007. “Babe ngebohong. Dia bilangnya saya dikasih warisan cuma Rp 200 ribu padahal dikasih rumah tahun 2007. Babe kemaren bilang hanya kebagian 200 ribu,” katanya. Ia lalu menasehati Babe untuk bersikap jujur agar hidupnya lebih baik.

Dedi Mulyadi pun turut menambahkan dana renovasi rumah kepada Suderajat yang kini mendapatkan program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dari pemerintah daerah. Ia menitipkan dana tambahan renovasi kepada Ketua RW yang memimpin renovasi rumahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *