"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Tak Mampu Beli Alat Tulis, Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup, Pesan Terakhir ke Mama: Jangan Menangis

Tragedi Siswa SD di Ngada yang Akhiri Hidupnya

Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial YBS (10 tahun) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat mengakhiri hidupnya. Kejadian tragis ini terjadi pada hari Kamis (29/1/2026) siang. YBS ditemukan meninggal dunia di sebuah pohon cengkeh yang lokasinya tidak jauh dari rumah neneknya di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu.

Selama ini, korban tinggal bersama sang nenek. Di sekitar lokasi kejadian, warga menemukan sebuah surat yang ditulis tangan oleh YBS menggunakan bahasa Bajawa. Surat tersebut ditujukan khusus kepada ibunya, MGT (47 tahun). Dalam surat itu, YBS menyampaikan pesan agar sang ibu tidak bersedih dan bisa mengikhlaskan kepergiannya. Salah satu bagian surat tersebut berbunyi, “Mama, jangan menangis dan cari saya.”

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial KD (59). Saat itu, KD sedang menuju lokasi untuk mengikat hewan ternaknya. Ia kemudian melihat tubuh YBS berada di pohon cengkeh. Menyadari kejadian tersebut, KD segera berlari ke arah jalan sambil berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu langsung berdatangan ke lokasi dan menghubungi pihak kepolisian.

YBS yang duduk di kelas IV SD sempat meminta uang kepada MGT untuk membeli buku dan pena. Namun, buku dan pena yang harganya tak sampai Rp10 ribu, urung dibeli lantaran MGT mengatakan tak punya uang. MGT sendiri merupakan ibu tunggal yang menafkahi lima anaknya dengan bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.

Tanggapan DPR RI Terhadap Kasus YBS

Menanggapi tragedi YBS, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyinggung soal peran negara dalam hal pendidikan. Ia lantas mengingatkan soal Undang-undang Dasar RI Tahun 1945 Pasal 31 ayat (3) yang secara tegas menyatakan, “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.” My Esti menambahkan, dalam pasal yang sama, tertulis, “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.”

Karena itu, My Esti menilai seharusnya sudah tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang terhambat sekolah hanya karena perkara alat tulis. Ia pun menegaskan, tragedi di Ngada harus menjadi momentum evaluasi secara menyeluruh terhadap implementasi kebijakan pendidikan di daerah, khususnya terkait akses, pemerataan, dan keberpihakan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Pemerintah harus hadir secara nyata. Jangan sampai ada lagi anak-anak yang merasa putus asa hanya karena tidak mampu membeli alat tulis,” ujarnya.

Evaluasi dan Perhatian dari Anggota DPR

Desakan evaluasi juga datang dari anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief. Ia mendesak agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusut tuntas latar belakang tragedi YBS. “Kami sangat prihatin. Ini menjadi alarm keras bahwa masih ada anak-anak yang tidak mendapatkan kebutuhan belajar paling mendasar,” katanya.

Habib menilai peristiwa di Ngada sebagai potret buram dunia pendidikan nasional, yang menunjukkan masih adanya celah besar dalam pemenuhan hak belajar bagi anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, alokasi anggaran pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seharusnya mampu menjamin kebutuhan dasar siswa, termasuk buku dan alat tulis.

“Anggaran pendidikan kita besar. Seharusnya kebutuhan dasar pendidikan dasar bisa dipastikan terpenuhi,” tegas dia. Ia menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk memastikan tidak terjadi kelalaian sistemik dalam penyaluran bantuan pendidikan, khususnya di daerah tertinggal.

Catatan Redaksi:
Artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan emosional berat, segera cari bantuan profesional atau layanan kesehatan terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *