Banjir Bandang di Gunungkidul Merusak Infrastruktur Pertanian
Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebabkan kerusakan pada infrastruktur lahan pertanian. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memastikan tidak ada kegagalan panen (puso) karena bencana terjadi setelah masa panen selesai. Namun, kontur sawah rusak parah dan memerlukan penataan ulang.
Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, fokus utama saat ini adalah mendata luasan kerusakan fisik lahan. Peninjauan dilakukan dalam rangka Tilik Sabin ke Kapanewon Ngawen, khususnya di Padukuhan Wonosari dan Kaliwuluh, Rabu (18/2/2026). Hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa material lumpur dan sisa banjir menutupi sekitar tiga hektare area persawahan. Selain itu, sebagian akses jalan menuju lahan pertanian juga terputus.
Padukuhan Wonosari dan Kaliwuluh merupakan bagian dari Kalurahan Jurangjero, yang berada di wilayah Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, wilayah ini terletak di bagian utara Gunungkidul dan termasuk kawasan pedesaan dengan permukiman yang tersebar mengikuti kontur lahan perbukitan.
Topografi wilayah ini didominasi oleh perbukitan dan lereng dengan kemiringan yang cukup bervariasi, dari landai hingga curam. Struktur tanah di kawasan ini banyak dipengaruhi karakteristik batuan kapur (karst), dengan lapisan tanah yang relatif tipis di beberapa titik. Kondisi tersebut menyebabkan daya ikat tanah terhadap air tidak terlalu kuat, terutama saat curah hujan tinggi, sehingga lereng menjadi lebih rentan terhadap pergerakan tanah.
Bencana yang pernah maupun berpotensi terjadi di wilayah ini meliputi tanah longsor, gerakan massa tanah, serta banjir lokal akibat limpasan air hujan deras. Saat intensitas hujan tinggi, air mengalir deras dari perbukitan dan dapat membawa material tanah maupun batu ke area permukiman. Selain longsor, juga pernah dilaporkan kejadian retakan tanah yang mengancam rumah warga dan infrastruktur jalan, sehingga wilayah ini tergolong kawasan rawan bencana hidrometeorologi dan gerakan tanah.
Kerusakan Kontur Sawah yang Parah
Kondisi sawah yang terdampak memiliki tingkat kerusakan yang bervariasi. Derasnya air membuat kontur tanah persawahan tergerus parah, sehingga bentuk petak sawah hilang. Kondisi ini membuat lahan tidak bisa langsung ditanami kembali dan memerlukan proses penataan ulang seperti mencetak sawah baru.
Biaya pemulihan dinilai sangat besar. DPKP DIY kini tengah mengupayakan koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk kemungkinan dukungan anggaran. Aris menjelaskan, “Kalau kami otomatis kan mencoba dengan kementerian, karena ketugasan kami kan dengan kementerian. Sehingga kalau kami tentu dari sisi pertanian, kalau memang kaitan dengan membutuhkan benih, itu mungkin bagian yang kami bisa kerjakan. Tapi kalau kemudian harus cetak sawah ulang, nah ini yang kami masih tanya ke pusat. Apakah memungkinkan anggaran itu bisa kami peroleh? Ini masih kita coba data dan juga komunikasikan.”
Persiapan Bantuan bagi Petani Terdampak
Terkait cuaca ekstrem yang melanda wilayah DIY dalam beberapa pekan terakhir, DPKP DIY memastikan dampaknya belum memengaruhi produksi pertanian secara makro. Pihaknya terus memantau dinamika Luas Tambah Tanam dan luas panen guna menjaga stabilitas swasembada pangan daerah.
Terkait distribusi bantuan bagi petani terdampak di Gunungkidul, Aris menegaskan bahwa bantuan sarana produksi seperti benih dan pupuk baru bisa disalurkan setelah lahan siap ditanami. “Seperti yang saya sampaikan yang kaitan hari ini pun juga, kebetulan karena sudah habis panen, sehingga tidak bisa kalau kemudian kita terus membantu benih atau bibit kalau sawahnya belum dibentuk lagi. Ya kalau memang yang dibutuhkan nanti benih, ya nanti kita lakukan perubahan bantuan berkaitan dengan benih itu. Cuma yang agak parah tadi kan kaitan dengan sawahnya sudah tidak berbentuk, lha ini yang membutuhkan anggaran yang besar. Dan ini kami masih komunikasi dengan pemerintah pusat, bisa enggak kalau kemudian ini juga dianggarkan,” ujarnya.











