"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Saksi dan Korban Kebakaran Siendeng: Teriakan Minta Tolong

Cerita Pilu Korban Kebakaran Rumah di Kelurahan Siendeng

Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Jumat (14/2/2026) menjadi peristiwa tragis yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Peristiwa ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga merenggut nyawa salah satu penghuninya, Yeti Mahmud (48), yang terjebak saat tidur dalam kamar depan.

Peristiwa kebakaran berlangsung begitu cepat. Api dengan cepat menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan. Saat itu, warga sekitar langsung panik dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, kondisi sangat sulit karena api yang besar dan asap tebal yang memenuhi ruangan. Akibatnya, beberapa orang berhasil melarikan diri, sementara satu orang, yaitu Yeti Mahmud, tidak sempat keluar dan akhirnya meninggal dunia di dalam rumah.

Detik-Detik Awal Api Muncul

Warida Lanti, tante korban yang juga merupakan saksi mata, menceritakan bahwa saat kejadian ia sedang berada di rumahnya yang bersebelahan dengan rumah yang terbakar. Ia sedang duduk santai sambil minum kopi sore hari ketika mendengar suara teriakan minta tolong. Awalnya, ia mengira itu hanya perkelahian biasa. Namun, setelah melihat api yang mulai muncul dan berkembang dengan cepat, ia segera menyadari bahwa ini bukan sekadar kecelakaan.

Api muncul dari bagian depan rumah, tepatnya dari kamar depan yang menghadap ke jalan. Dalam waktu singkat, api langsung menjalar ke bagian lain rumah. Warida langsung panik dan teriak meminta bantuan kepada warga sekitar. Namun, kondisi sudah terlalu buruk, sehingga semua orang fokus pada penyelamatan diri masing-masing.

Kondisi Penghuni Rumah Saat Kebakaran

Pada saat kejadian, ada enam orang yang berada di dalam rumah. Semuanya adalah anggota keluarga. Lima orang berhasil lari keluar rumah, sementara satu orang tidak sempat keluar. Itulah yang akhirnya meninggal dunia di dalam rumah.

Korban yang meninggal berada di kamar depan, yang merupakan bagian paling dekat dengan sumber api. Saat kejadian, korban sedang tidur. Menurut Warida, korban baru saja pulang setelah bekerja semalaman membantu membuat kue Lebaran. Dia tidur setelah salat Jumat dan tidak sadar akan bahaya yang mengancam.

Korban Terjebak Saat Tidur

Korban sempat terbangun dan berteriak minta tolong. Namun, kondisi sudah terlalu parah. Asap tebal dan api yang besar membuat pintu kamar terasa sangat panas. Orang-orang di luar tidak bisa masuk lagi karena takut ikut terbakar. Semua orang hanya bisa menangis dan panik tanpa bisa melakukan apa-apa.

Api Cepat Menjalar, Rumah Tua Berbahan Kayu

Rumah yang terbakar adalah rumah tua yang banyak menggunakan bahan kayu. Kayu tersebut sudah lapuk, sehingga api dengan mudah menjalar ke seluruh bagian rumah. Dalam waktu singkat, hampir seluruh bangunan terbakar. Tidak ada barang yang sempat diselamatkan. Kulkas, televisi, dokumen penting, laptop, dan berbagai perabot rumah tangga habis terbakar.

Harta Benda Ludes Terbakar

Hampir semua barang milik korban habis terbakar. Pakaian, perabot rumah, dokumen penting, dan barang-barang sekolah seperti buku dan berkas juga hilang. Keluarga korban kini harus memulai kembali dari nol, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari mereka harus meminjam dari keluarga.

Kondisi Keluarga Setelah Kebakaran

Setelah kejadian, keluarga korban tinggal sementara di rumah keluarga adiknya. Mereka masih dalam kondisi terpukul dan kesedihan mendalam. Bahkan, pakaian yang mereka gunakan sekarang masih dari baju yang dipakai saat kejadian. Bantuan dari pemerintah belum diterima, meskipun rumah telah didata oleh petugas pada malam setelah kejadian.

Sosok Yeti Mahmud, Korban Meninggal Kebakaran Rumah

Yeni Mahmud, salah satu korban kebakaran, menceritakan pengalamannya saat kejadian. Saat itu, mereka sedang tidur. Tiba-tiba, mereka mendengar bunyi dan bau asap yang semakin kuat. Mereka langsung tersadar dan mencoba melarikan diri. Beberapa orang lari lewat dapur, sementara yang lain lewat pintu depan. Yeni sendiri sampai digotong oleh keponakannya dan sedikit rambutnya terbakar.

Mereka hanya berpikir untuk menyelamatkan diri, dan baru setelah keluar mereka menyadari bahwa ada satu orang yang tertinggal di dalam rumah. Suara almarhum yang berteriak “Tolong, tolong” terdengar, tetapi tidak bisa dilakukan apa-apa karena api terlalu besar.

Kondisi Korban Saat Ditemukan

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi yang sangat parah. Wajah dan tangannya rusak akibat terbakar. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Aloe Saboe, dan dalam waktu yang sama, keluarga harus memakamkannya karena kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan.

Menurut Yeni, almarhumah adalah sosok yang baik dan ramah. Dia selalu membantu dalam acara keluarga atau tetangga. Keluarga sangat kehilangan dia, terutama karena dia tidak suka banyak bicara dan lebih suka bekerja, seperti membantu membuat kue untuk orang lain.

Harapan Keluarga kepada Pemerintah

Keluarga korban berharap ada sedikit bantuan dari pemerintah. Mereka membutuhkan bantuan berupa rumah, makanan, dan pakaian sehari-hari. Semoga pemerintah dapat memberikan dukungan yang diperlukan untuk membantu keluarga korban memulai kembali hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *