"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Tangis haru ibu Muntama saat bertemu Ipda Purnomo di tengah rongsokan dan rezeki Ramadhan

Aksi Kemanusiaan yang Menyentuh Hati

Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan, menunjukkan aksi kemanusian yang luar biasa. Tindakan spontannya saat menjumpai Ibu Muntama (56), warga Desa Suci, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi cerita yang menyentuh hati banyak orang.

Pertemuan di Jalan Menuju Polsek Sekaran

Pertemuan antara Ipda Purnomo dan Ibu Muntama terjadi ketika polisi tersebut melintasi jalan raya menuju Polsek Sekaran. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang ibu berjalan kaki sambil memanggul dua karung besar berisi barang bekas. Setelah mengetahui identitasnya, ternyata Ibu Muntama adalah seorang pencari rongsokan yang telah bertahun-tahun melakukan pekerjaan ini.

Ibu Muntama menghabiskan waktu dari subuh hingga selepas Asar untuk mencari barang bekas di sepanjang jalan. Tanpa ragu, Ipda Purnomo menghentikan kendaraannya dan segera mendekati sang ibu. Ia melihat beban berat yang dipikul oleh Ibu Muntama dan langsung menawarkan bantuan.

Memberikan Bantuan dan Santunan

Selain mengantarkan Ibu Muntama pulang ke rumahnya, Ipda Purnomo juga memberikan santunan uang tunai senilai Rp1 juta. Uang tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan agar Ibu Muntama dapat membeli kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan.

“Beliau sudah puluhan tahun keliling jalan kaki mencari barang bekas untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ipda Purnomo.

Mendapat bantuan yang tidak terduga, suasana haru pun tak terelakkan. Ibu Muntama memeluk dan mendoakan para anggota polisi dengan mata berkaca-kaca. Tangis bahagia pecah sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang datang di hari itu.

Rezeki Ramadhan dan Isak Tangis Bahagia

Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi pengingat tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama. Di tengah rutinitas tugas, empati dan rasa kemanusiaan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pengabdian aparat kepada masyarakat.

“Ya Allah Ya Rabb, jaga hati kami agar selalu pandai bersyukur atas segala nikmat ini. Aamiin,” ucap Ipda Purnomo penuh harap.

Kepedulian untuk Guru PPPK yang Terputus Kontrak

Selain memberikan bantuan kepada warga di jalanan, Ipda Purnomo sebelumnya juga menunjukkan kepedulian terhadap nasib tenaga pendidik di Lamongan. Sebanyak 39 guru PPPK yang terdampak pemutusan kontrak menerima bantuan dengan total nilai Rp11.700.000, yang artinya setiap guru mendapatkan dukungan dana sebesar Rp300 ribu.

Ipda Purnomo mengatakan, aksi sosial itu dilakukan secara pribadi sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya para tenaga pendidik yang sedang mengalami persoalan pekerjaan.

“Semoga dengan bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada mereka. Dan bisa untuk membeli kebutuhan masuk bulan puasa ini,” kata Purnomo, Rabu (18/2/2026).

Apresiasi untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk generasi penerus bangsa sehingga sudah selayaknya mendapat perhatian bersama ketika mengalami kesulitan.

“Alhamdulillah hari ini saya serahkan apresiasi kepada 39 guru yang tidak diperpanjang SK mengajarnya,” katanya.

Bantuan apresiasi diberikan untuk kebutuhan persiapan bulan Ramadhan, yang diterima oleh Lilik Sri Hidayati sebagai perwakilan dari 39 rekan guru yang tertimpa musibah putus kontrak PPPK.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus berkarya,” ujarnya.

Lilik Sri Hidayati mewakili para guru penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Mereka mengaku terharu karena masih ada pihak yang peduli terhadap kondisi yang mereka alami setelah pemutusan kontrak.

Aksi Sosial yang Menginspirasi

Aksi sosial tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lain untuk turut membantu sesama, terutama di bidang pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *