"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

Aturan Pembelian Tiket Ferry Liburan Lebaran di Pelabuhan Gorontalo

Aturan Baru Pembelian Tiket Kapal Ferry Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo

Pihak pelabuhan ferry Gorontalo telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran. Menurut Kepala Wasatpel Pelabuhan Ferry Gorontalo, Deni Abdul, posko angkutan Lebaran akan mulai dibuka secara serentak pada Jumat 13 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima surat dari pusat yang menyatakan bahwa pembukaan posko dimulai 13 Maret dan berakhir pada 30 Maret 2026.

Saat ini, peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat meski belum signifikan. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi sekitar tiga hari menjelang Lebaran. “Kami perkirakan mungkin di H-3 akan menjadi puncak arus mudik,” kata Deni.

PT ASDP Indonesia Ferry juga akan memberlakukan sistem double trip mulai 15 Maret 2026. Sistem ini merupakan penambahan frekuensi perjalanan kapal dalam satu hari, di mana kapal yang biasanya hanya melakukan satu kali perjalanan pulang pergi akan melakukan dua kali perjalanan dalam sehari. Dengan sistem ini, kapal akan melakukan perjalanan pulang pergi setiap hari untuk menambah kapasitas angkut penumpang.

“Mulai 15 sampai 20 pihak ASDP akan melakukan double trip. Jadi kapal berangkat malam dari Gorontalo, tiba pagi, kemudian hanya melakukan embarkasi sekitar satu sampai dua jam lalu berangkat lagi,” jelasnya. Setelah tiba di Gorontalo pada malam hari, kapal akan kembali melanjutkan perjalanan dengan pola yang sama hingga masa posko angkutan Lebaran berakhir.

Menurut Deni, kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya ketika jumlah penumpang meningkat tajam saat musim mudik. Ia menjelaskan bahwa kapasitas penumpang kapal tetap mengikuti ketentuan Surat Keputusan Keselamatan Pelayaran Kapal (SKKP). Misalnya, KMP Moinit sesuai SKKP kapasitasnya 420 orang. Tahun-tahun sebelumnya pada momen tertentu bisa ditambah sampai 525 penumpang. Tahun ini tidak ada lagi penambahan, tetap sesuai SKKP yaitu 420 penumpang.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan pemudik selama masa angkutan Lebaran. Kendaraan logistik tertentu akan dibatasi, namun kendaraan yang membawa kebutuhan pokok tetap diperbolehkan menyeberang.

Perubahan Kebijakan Pembelian Tiket

Deni Abdul mengungkap adanya perubahan kebijakan atau aturan dalam pembelian tiket kapal. Jika sebelumnya satu orang dapat membeli banyak tiket, kini jumlah pembelian tiket dibatasi untuk menghindari penumpukan atau praktik percaloan. “Sekarang satu orang hanya bisa membeli empat tiket saja. Untuk VIP juga hanya empat tiket per orang,” katanya.

Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi keluhan masyarakat yang sebelumnya sempat viral terkait sulitnya mendapatkan tiket. Selain itu, pihak ASDP juga berencana menambah kapasitas kelas VIP di kapal. Jika sebelumnya hanya tersedia sekitar 40 kelas, ke depan jumlahnya akan ditingkatkan hingga lebih dari 100 kelas.

Deni juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan penjualan tiket kapal yang marak terjadi melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa pembelian tiket secara daring hanya berlaku untuk kelas ekonomi. Sementara tiket kelas bisnis dan VIP harus dibeli langsung di loket resmi pelabuhan.

Tarif Tiket KMP Tuna Tomini

Berikut adalah tarif tiket KMP Tuna Tomini untuk penumpang dan kendaraan:

Penumpang (per orang)

  • Bayi ekonomi: Wakai Rp 6.700, Ampana Rp 13.200
  • Dewasa ekonomi: Wakai Rp 65.300, Ampana Rp 129.300
  • Bayi bisnis: Wakai Rp 8.000, Ampana Rp 89.000
  • Dewasa bisnis: Wakai Rp 72.000, Ampana Rp 140.000
  • Bayi eksekutif: Wakai Rp 10.000, Ampana Rp 103.000
  • Dewasa eksekutif: Wakai Rp 89.000, Ampana Rp 167.000

Kendaraan

  • Sepeda: Wakai Rp 108.000, Ampana Rp 196.000
  • Motor <500cc>: Wakai Rp 177.600, Ampana Rp 336.600
  • Motor >500cc: Wakai Rp 252.300, Ampana Rp 592.800
  • Mobil penumpang ≤5 meter: Wakai Rp 998.100, Ampana Rp 1.983.600
  • Mobil barang ≤5 meter: Wakai Rp 1.038.300, Ampana Rp 1.977.800
  • Bus / mobil 5–7 meter: Wakai Rp 2.353.100, Ampana Rp 4.242.100
  • Truk 5–7 meter: Wakai Rp 1.688.800, Ampana Rp 3.176.300
  • Bus 7–10 meter: Wakai Rp 3.135.400, Ampana Rp 5.604.900
  • Truk 7–10 meter: Wakai Rp 2.322.800, Ampana Rp 4.248.800

Tarif Tiket Penumpang (Gorontalo – Pagimana)

Penumpang:

  • Bayi ekonomi: Rp 12.700
  • Dewasa ekonomi: Rp 121.200
  • Bayi bisnis: Rp 15.000
  • Dewasa bisnis: Rp 132.000
  • Bayi eksekutif: Rp 18.000
  • Dewasa eksekutif: Rp 166.000

Tarif Kendaraan:

  • Sepeda kayuh: Rp 156.600
  • Motor <500cc>
  • Motor >500cc / roda 3: Rp 507.200
  • Mobil penumpang (≤5 meter): Rp 2.147.300
  • Mobil barang (≤5 meter): Rp 1.978.300
  • Mobil / bus 5–7 meter: Rp 3.924.100
  • Truk 5–7 meter: Rp 3.163.700
  • Bus 7–10 meter: Rp 5.520.300
  • Truk 7–10 meter: Rp 4.083.600
  • Tronton / alat berat 10–12 meter: Rp 6.203.200
  • Tronton besar 12–16 meter: Rp 8.483.800
  • Tronton >16 meter: Rp 12.389.100.

Arus Mudik Mulai Meningkat

Arus mudik penumpang di Pelabuhan Ferry Gorontalo mengalami peningkatan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Calon penumpang terlihat datang silih berganti sejak Kamis sore hingga malam untuk menunggu keberangkatan kapal menuju berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Meski hujan di Kota Gorontalo, para penumpang terus berdatangan. Bahkan beberapa di antaranya sudah menunggu buka puasa di pelabuhan tersebut.

Pelabuhan penyeberangan yang berada di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pelabuhan Ferry ini menjadi jalur transportasi yang banyak digunakan masyarakat untuk menyeberang ke wilayah Sulawesi Tengah. Amatan Tribun Gorontalo, Kamis (12/3/2026) malam, sejumlah penumpang tampak duduk di ruang tunggu sambil membawa tas dan barang bawaan. Sebagian lainnya berdiri di sekitar loket tiket untuk memastikan jadwal keberangkatan kapal.

Meski belum terlalu padat, aktivitas di pelabuhan mulai menunjukkan tanda-tanda meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Kapal yang melayani penyeberangan menuju Pelabuhan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah adalah KMP Moinit dengan rute Gorontalo.

Di antara penumpang yang mudik ke Sulawesi Tengah, ada kakak beradik Eka Widya Wahyuni (22) dan Aulia Faradina Usman (19) yang berencana mudik ke Toili. Kedua mahasiswa Gorontalo ini datang ke pelabuhan setelah waktu magrib untuk menunggu keberangkatan kapal menuju Pagimana. “Kami datang setelah magrib. Biasanya memang mudik lewat sini setiap tahun,” kata Eka. Ia mengatakan perjalanan menggunakan kapal laut sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Menurutnya, pelayanan di pelabuhan cukup baik sehingga perjalanan terasa nyaman. “Kami sudah biasa dengan ombak, jadi tidak mabuk laut,” ujarnya.

Sejumlah penumpang terlihat membawa tas besar dan barang bawaan untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *