Pembangunan 145 Rumah Layak Huni di Desa Campurejo, Gresik
Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk membangun 145 rumah layak huni di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, yang ditargetkan selesai pada Mei 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga yang tinggal di kawasan padat dan kumuh.
Program ini menyasar empat RW, yaitu RW 01, RW 03, RW 04, dan RW 09, yang dihuni oleh total 474 keluarga. Kondisi tersebut menyebabkan banyak rumah tangga mengalami keterbatasan akses terhadap pasokan air bersih dan pengelolaan air limbah yang tidak optimal.
Kepala Desa Campurejo, Amudi, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik telah merancang program selama empat tahun, dengan fokus pada perbaikan di RW 09 pada tahun pertama. Ia menuturkan bahwa banyak warga sebelumnya tinggal di area tanah milik desa hingga terlalu padat. Dalam RT 31–32 RW 09, satu rumah bisa dihuni oleh dua hingga tiga kepala keluarga.
Banyak Rumah Dihuni Beberapa Kepala Keluarga
Kondisi kumuh di RW 01, RW 03, RW 04, dan RW 09 mengakibatkan banyak rumah tangga mengalami keterbatasan akses terhadap pasokan air bersih dan pengelolaan air limbah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, karena anggaran DAK terbatas, ada 21 rumah yang perlu mendapatkan dukungan tambahan.
Amudi menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia, salah satu organisasi non-profit yang membantu menjalin kolaborasi dengan pihak luar untuk merealisasikan 21 rumah tersebut.
Kolaborasi Pemkab Gresik dan Habitat Indonesia
Rudhi Virgarius, Project Coordinator Habitat for Humanity Indonesia, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Habitat dan Pemerintah Kabupaten Gresik sudah berlangsung sejak lama. Menurutnya, upaya pemerintah sangat baik, dengan banyak pihak yang terlibat dalam program ini.
Sejak 2015 hingga 2025, Habitat Indonesia telah memberikan layanan kepada sekitar 8.000 individu di seluruh Kecamatan Wringinanom, khususnya di Desa Kesambenkulon, Mondoluko, dan Sooko, Gresik. Total terdapat 1.583 hunian baru, 1.065 keluarga mendapatkan akses terhadap air bersih, serta 100 rumah direnovasi agar menjadi lebih laik huni.
Rudhi juga menuturkan bahwa untuk mengakomodasi kebutuhan rumah yang tidak termasuk dalam anggaran DAK, Habitat berkolaborasi dengan beberapa mitra, salah satunya Trilliun Group.
Kontribusi Trilliun Group
Maxwell Prijadi, Project Leader Trilliun Group, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menjaga komitmen untuk hadir dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik. Ia menilai bahwa hunian yang laik dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Trilliun Group selalu berupaya menjadi bagian dari solusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, kami menyalurkan bantuan produk pipa, plumbing, dan sanitary untuk mendukung terciptanya hunian yang layak,” jelas Maxwell.
Kontribusi Trilliun Group, lanjut Maxwell, merupakan bagian dari tekad pihaknya untuk ikut berkontribusi dalam memastikan akses air bersih dan sanitasi yang layak dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Partisipasi PT Matahari Putra Makmur yang memproduksi produk Trilliun menyalurkan bantuan produk pipa dan fitting uPVC serta lem PVC,” imbuhnya.











