Perpanjangan Status Siaga Darurat Karhutla di Kabupaten Sambas
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sambas, Nisa Azwarita, menyampaikan bahwa wilayah pesisir Kalimantan Barat, termasuk Sambas, mengalami penurunan curah hujan berdasarkan prediksi BMKG. Hal ini menjadi alasan utama untuk memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya telah diberlakukan.
Menurut Nisa Azwarita, prediksi BMKG menunjukkan bahwa pada dasarian 2 bulan April 2026, dari tanggal 11 sampai 20 April, wilayah Kalimantan Barat akan mengalami hujan, kecuali daerah pesisir seperti Sambas dan Singkawang. Curah hujan di daerah tersebut diperkirakan akan berkurang, dengan intensitas di bawah 50 ml.
Karhutla Terjadi di 11 Kecamatan
Hingga saat ini, karhutla telah tercatat terjadi di 11 kecamatan di Kabupaten Sambas, meliputi 23 wilayah desa. Dengan kondisi ini, BPBD Sambas tetap menjaga kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat.
Nisa Azwarita menjelaskan bahwa pihak BPBD Sambas menggunakan aplikasi Sipongi untuk memantau daerah rawan karhutla. Aplikasi ini digunakan sebagai alat pendeteksi dini untuk memastikan adanya indikasi kebakaran lahan sejak dini. Selain itu, pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan masyarakat setempat yang peduli terhadap api, serta meminta para kepala desa untuk aktif memantau aplikasi tersebut.
Kerja Sama dengan Berbagai Pihak
BPBD Sambas juga bekerja sama dengan berbagai instansi terkait dalam upaya mengantisipasi dan memadamkan karhutla. Mereka melibatkan berbagai pihak seperti MPA (Masyarakat Peduli Api), desa, kecamatan, TNI, Polri, Manggala Agni, KPH (Konsorsium Pengelola Hutan), bahkan perusahaan-perusahaan sawit seperti PT BCP, PT LAIK, PT Fajar Saudara Kesuma, PT SUM, PT Tanjung Rhu, PT RWK, PT KSUP, PT CKP, dan PT FWL.
Selain itu, BPBD Sambas juga rutin memberikan informasi update kepada pimpinan provinsi dan BNPB pusat. Mereka juga berharap agar pesawat heli water bombing atau pesawat modifikasi cuaca bisa segera dikirim untuk membantu proses pemadaman karhutla.
Koordinasi dengan BMKG dan Penindakan Tegas
Petugas BPBD Sambas tetap memantau cuaca dan iklim di Kabupaten Sambas setiap hari dengan berkoordinasi langsung dengan BMKG. Mereka juga meminta pihak kepolisian dan TNI untuk menindak tegas siapa pun yang melakukan pembakaran lahan.
Dalam situasi yang membutuhkan tindakan cepat, perusahaan-perusahaan sawit seperti yang disebutkan di atas sangat aktif membantu dalam proses pemadaman karhutla. Nisa Azwarita berharap instansi swasta juga bersedia menurunkan alat berat untuk memperlebar kanal yang tertutup bila sumber air tidak tersedia di lokasi karhutla. Selain itu, mereka juga berencana untuk membuat sumur bor jika diperlukan.
Menyiapkan Status Darurat Jika Diperlukan
Jika karhutla sudah mengancam kehidupan masyarakat, BPBD Sambas akan segera melakukan rapat dan mengusulkan peningkatan status menjadi tanggap darurat. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan menjaga lingkungan sekitar dari ancaman kebakaran lahan.











