"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Daerah  

240 Tenaga Kesehatan Blora Ikuti Orientasi, Wabup Tekankan Layanan Proaktif

Orientasi PPPK Kesehatan di Kabupaten Blora

Sebanyak 240 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari sektor tenaga kesehatan, termasuk dokter, bidan, perawat, hingga operator laboratorium kesehatan dan lainnya, mulai mengikuti orientasi kepegawaian yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blora. Acara ini berlangsung pada Jumat (10/4/2026), dengan lokasi di Gedung PKPRI Jalan Halmahera Jetis.

Orientasi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, didampingi oleh Kepala BKPSDM Blora, Heru Eko Wiyono, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) dr. Nur Betsia Bertawati. Seluruh peserta tampak kompak dan rapi dalam pakaian serba hitam putih, yaitu celana hitam panjang dan kemeja putih lengan panjang berdasi.

Secara simbolis, pembukaan dilakukan oleh Wakil Bupati dengan mengalungkan kartu tanda peserta orientasi kepada dua perwakilan PPPK.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blora menekankan pentingnya kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Blora, baik di perkotaan maupun pedesaan. Ia menyampaikan bahwa hari ini merupakan momentum penting bagi penguatan fondasi pelayanan publik di Kabupaten Blora.

“Kehadiran saudara-saudara sebagai PPPK bagian dari ASN bukan sekadar pemenuhan kuota administratif saja, tetapi kami harapkan dapat menjadi agen perubahan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan tantangan-tantangan yang akan dihadapi, terutama dalam bidang kesehatan, seperti percepatan penurunan angka stunting, penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), serta peningkatan akses dan kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Blora.

Dengan adanya 240 orang tenaga profesional ini, Wakil Bupati menargetkan peningkatan signifikan pada indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kabupaten Blora. Ia berharap layanan kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi aktif menjemput bola dan hadir di tengah warga.

“Inovasi pelayanan digital dan kemudahan prosedur harus menjadi standar baru yang Saudara bawa ke instansi masing-masing,” tambahnya.

Menurut Wakil Bupati, PPPK Nakes ini merupakan instrumen krusial dalam mengakselerasi transformasi kesehatan di Kabupaten Blora. Ia menuntut agar para PPPK tidak hanya memiliki clinical excellence, tetapi juga mampu mengintegrasikan literasi digital dan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih ke dalam setiap aspek tindakan medis.

Selain itu, ia menginstruksikan agar setiap dari ASN bisa menjadi katalisator dalam memutus mata rantai birokrasi yang kaku. “Implementasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK harus termanifestasi dalam bentuk inovasi layanan yang inklusif,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran para PPPK di desa-desa, bukan hanya menunggu masyarakat datang ke Puskesmas atau RSUD. “Berikan pelayanan dengan tulus ikhlas, murah senyum dan bicara dengan ramah. Itu akan menjadi kunci sukses jenengan semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Blora, Heru Eko Wiyono, menjelaskan bahwa 240 PPPK Nakes kali ini akan mengikuti Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang II dengan Agenda Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah Kabupaten Blora Tahun 2026 angkatan IV, V dan VI.

“Hari ini pembukaan oleh Bu Wakil Bupati. Selanjutnya materi akan diberikan mulai besok Senin (13/4/2026). Ada yang berbentuk sistem kelas, ada yang daring atau online,” jelasnya.

Selama 9 hari, peserta akan mendapatkan materi yang berbeda-beda dari berbagai narasumber. Utamanya tentang nilai-nilai ASN BerAKHLAK. Di akhir orientasi akan diberikan pembekalan PBB dari TNI Polri dan games seru tentang nilai-nilai ASN BerAKHLAK. Harapan besar diucapkan agar mereka kelak bisa menjadi PPPK yang berintegritas dan profesional dalam melayani masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *