Bupati Trenggalek Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di halaman Polres Trenggalek, Jalan Brigjen Soetran, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, pada Kamis (12/3/2026). Apel ini menjadi tanda kesiapan lintas instansi dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Selain itu, apel juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin menekankan pentingnya mitigasi kemacetan, khususnya di kawasan perkotaan, jalur wisata Watulimo, serta daerah rawan bencana longsor di Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo tepatnya di Kecamatan Tugu.
“Sebelumnya, kita sudah mendahului dengan rapat-rapat dan memetakan beberapa potensi kerawanan maupun titik yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan,” ujar Mas Ipin, Kamis (12/3/2026).
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Trenggalek telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum bersama Satlantas untuk memetakan ruas jalan yang belum dalam kondisi prima agar dilakukan penanganan terbatas guna memperlancar perjalanan masyarakat selama mudik.
Selain itu, Polres Trenggalek telah menyiapkan tiga pos pengamanan utama dan satu pos pantau di sejumlah titik strategis. Pos utama ditempatkan di pintu masuk arah Tulungagung-Trenggalek-Ponorogo, pusat kota, serta kawasan wisata Watulimo. Sementara pos pantau berada di wilayah Tugu menuju Ponorogo yang sebelumnya sempat terdampak longsor.
“Wilayah Tugu tetap dilakukan pemantauan agar bisa membantu kelancaran arus mudik maupun arus balik,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, pemerintah daerah juga berencana meminta izin kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar rest area di jalur tertentu tidak difungsikan sebagai lokasi wisata sementara waktu. Kebijakan itu dilakukan agar tersedia ruang manuver apabila terjadi kondisi darurat di jalur utama.
“Karena jalannya satu arah dan kami khawatir jika terjadi kepadatan disertai situasi darurat, maka ruang gerak petugas harus tetap tersedia,” imbuhnya.
Mas Ipin menambahkan, kesiapsiagaan pengamanan Lebaran melibatkan berbagai unsur mulai dari tenaga medis, BPBD, Basarnas, komunitas relawan hingga radio komunitas. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat apabila mengalami situasi kedaruratan selama berada di wilayah Trenggalek.
“Jika terjadi kedaruratan terkait keamanan maupun keselamatan, masyarakat bisa menghubungi call center 110 atau 119,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Persiapan Personel dan Strategi Pengamanan
Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengatakan Operasi Ketupat Semeru 2026 melibatkan sekitar 750 personel gabungan dari berbagai instansi, dengan sekitar 200 personel berasal dari Polres Trenggalek. Seluruh personel akan disebar di wilayah hukum Trenggalek dengan fokus pengamanan pada tiga pos utama dan satu pos pantau.
Pos pengamanan berada di Pos 12 Widowati, Durenan, serta kawasan wisata Watulimo. Sedangkan pos pantau ditempatkan di Bendungan Tugu yang menjadi salah satu titik rawan.
Menurutnya, pengamanan difokuskan pada empat aspek utama, yakni arus mudik, arus balik, aktivitas wisata, serta potensi kepadatan lalu lintas.
“Secara statistik arus mudik di Trenggalek relatif aman, namun kita perlu mengantisipasi lonjakan wisata pasca Lebaran dan tradisi kupatan di Durenan,” ujar Ridwan.
Polres juga menyiapkan tim urai kemacetan dari Satlantas yang pada tahap awal akan difokuskan di wilayah Tugu sebagai langkah antisipasi pascalongsor. Selanjutnya, tim akan bergeser ke kawasan wisata Watulimo saat masa libur Lebaran.
Dengan kesiapan personel dan strategi pengamanan tersebut, diharapkan arus mudik dan libur Lebaran 2026 di Kabupaten Trenggalek dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.











