Kembali Terjadi, Seorang Pelajar di NTT Meninggal Dunia
Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Belum lama ini, kejadian tragis yang melibatkan seorang pelajar terulang lagi. Kali ini, MMD (15), seorang siswa SMP di Ende, ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya pada Jumat (20/3/2026) pagi.
MMD dikenal sebagai pelajar berprestasi namun cenderung tertutup. Ia tinggal bersama kerabat setelah orang tuanya bercerai. Ayah kandungnya tinggal di Pulau Sumba, sementara ibunya bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia. Kepergian MMD meninggalkan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar mengenai tekanan batin yang ia alami selama ini.
Kronologi Penemuan Jasad
Peristiwa memilukan ini terungkap saat pihak keluarga curiga karena tidak ada respons dari kamar korban. Sepupu korban, Maria Ratu Jebe, awalnya mendengar Susana Sia Dao memanggil MMD, namun suasana tetap hening. Saat pintu kamar dibuka, Susana menemukan MMD sudah tidak bernyawa. Isak tangis pecah seketika.
Saksi segera meminta bantuan tetangga dan menghubungi paman korban untuk melakukan evakuasi. Aparat dari Polsek dan Polres Ende bersama tim medis Puskesmas Ndetundora segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Luka Batin di Balik Prestasi Sekolah
Di mata warga sekitar, MMD adalah anak yang berprestasi secara akademik, meski cenderung pendiam. Namun, di balik itu, MMD menyimpan beban keluarga yang cukup berat. Selama ini, korban tinggal bersama keluarga setelah kedua orang tua berpisah. Ayah kandungnya kini berdomisili di Pulau Sumba, sementara sang ibu bekerja di Malaysia.
Kerinduan mendalam terhadap figur ayah diduga menjadi salah satu pemicu kesedihan korban. Informasi dari keluarga menyebutkan MMD sempat beberapa kali mengutarakan keinginannya untuk bertemu sang ayah di Sumba, namun rencana tersebut belum mendapatkan izin.
Penyelidikan Kepolisian
Berdasarkan pemeriksaan awal, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban. Meski pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah, kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Saat ini, keluarga masih menunggu kedatangan ayah korban dari Sumba sebelum proses pemakaman dilaksanakan.
Peristiwa Serupa Sebelumnya
Sebelumnya, seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia di area kebun milik keluarganya pada Kamis (29/1/2026). Korban berinisial YS, seorang anak laki-laki, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa saat dievakuasi oleh warga dan aparat setempat.
Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sebelum dilaporkan kepada pihak kepolisian. “Polisi datang untuk evakuasi, namun kondisinya sudah tidak ada napas,” ujarnya, Jumat (31/1/2026).
Diketahui, korban sehari-hari tinggal bersama neneknya di sebuah pondok yang berada di kebun tersebut, sementara kedua orang tuanya tinggal di desa tetangga. Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi serta penanganan awal. Hingga kini, proses penanganan dan penelusuran lebih lanjut masih dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Pentingnya Perhatian terhadap Kesehatan Mental
Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Jika seseorang di sekitar Anda terlihat mengalami tekanan emosional atau perubahan perilaku yang mengkhawatirkan, penting untuk segera memberikan perhatian dan mencari bantuan dari pihak yang berkompeten.











